03 May 2019

Walikota Padang Mahyeldi Launching Pesantren Ramadhan 1440 H/2019 M, Apresiasi Inovasi Pembinaan Iman dan Takwa Terintegrasi Dengan ABS-SBK


PADANG(GemaMedianet.com— Walikota Padang Mahyeldi menyambut baik pelaksanaan Pesantren Ramadhan tahun 2019 yang melahirkan dengan berbagai inovasi, sekaligus sebagai pembeda dari pelaksanaan Pesantren Ramadhan tahun-tahun sebelumnya.

Inovasi itu diantaranya pengintegrasian budaya Minangkabau pada kompetensi dasar materi keagamaan dan kompetensi dasar khusus membahas dasar budaya Minangkabau.

“Ini inovasi yang tepat dalam meningkatkan hasil pelaksanaan kegiatan Pesantren Ramadan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Teirlebih lagi di tengah perkembangan ilmu dan teknologi yang semakin pesat, serta kuatnya arus globalisasi dan modernisasi yang berpotensi menggeser nilai-nilai agama dan budaya khususnya bagi generasi muda,” ungkap Walikota Padang H.Mahyeldi dalam sambutannya di hadapan ribuan siswa SD dan SMP/sederajat se Kota Padang di Lapangan Imam Bonjol, Jum'at (3/5/2019) pagi. 


Dengan adanya inovasi mengintegrasikan ABS-SBK dalam pelaksanaan pesantren, diharapkan menjadi salah satu usaha agar generasi muda Sumatera Barat khususnya Kota Padang memiliki jati diri sesuai filosofi Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK), "Syara’ Mangato Adat Mamakai". 

“Ke depan generasi muda kita akan memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan membentengi diri dengan agama dan nilai-nilai budaya Minangkabau,” ujar Mahyeldi  sembari menyapa para santri sebagai calon pemimpin bangsa presiden, calon menteri, calon gubernur, calon walikota, calon ustadz, calon legislatif.

Menurutnya, Pesantren Ramadhan sejatinya adalah program konkrit yang harus sukses dilaksanakan mulai dari perencanaan konsep kurikulumnya, pembekalan panitia hingga monitoring dan evaluasi pasca pelaksanaan kegiatan. 


Walikota berharap melalui program tersebut peserta didik mampu membangun pemahaman dan penerapan nilai-nilai agama dan nilai-nilai budaya Minangkabau melalui capaian kompetisi yang relevan setiap mata pelajaran. Dan ketika selesai mengikuti Pesantren Ramadhan peserta didik dapat memahami konsep ABS-SBK dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. 

"Insya Allah akan menghasilkan generasi muda emas yang memiliki intelektual hebat, agama yang taat dan budaya yang kuat,” tandas Mahyeldi sembari mencanangkan (launching) secara resmi pelaksanaan Pesantren Ramadhan 1440 H tahun 2019.

Pembukaan itu juga ditandai dengan pemukulan gendang tasa bersama unsur Forkopimda Kota Padang, pemuka lintas agama, Bundo Kanduang, organisasi masyarakat dan pihak terkait lainnya.


Dikesempatan itu juga dibacakan pernyataan sikap dari para pemuka lintas agama, Bundo Kanduang, organisasi masyarakat dan pemuda, serta pihak terkait lainnya untuk berkomitmen menjaga kesucian Bulan Ramadhan.

Dibuka Serentak di 104 Kelurahan 

Sebelumnya, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Jamilus menyampaikan, Pesantren Ramadhan tahun 1440 H - 2019 ini memiliki perbedaan dari pelaksanaan tahun sebelumnya. Yakni fokus pada bidang akhlak dengan pengintegrasian adat budaya Minangkabau dalam pembinaan iman dan takwa.

Para siswa yang menjadi santriwan santriwati tidak hanya dibekali materi pembinaan iman dan taqwa, tetapi juga materi tentang adat istiadat. Yakni Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) khususnya tentang Sumbang Nan Duo Baleh (12).


Materi Sumbang Nan Duobaleh. diharapkan mampu meningkatkan pemahaman adat istiadat bagi generasi muda. khususnya dalam berinteraksi dalam pergaulan sehari-hari. Materi ini kemudian disingkronkan dengan materi keagamaan yang diajarkan para mentor yang telah dilatih.

"Itu beberapa pembaharuan atau reformasi yang kita lakukan pada pelaksanaan Pesantren Ramadhan tahun 2019 ini," terang Jamilus kepada GemaMedianet.com di lokasi.

Ia juga menyampaikan, di tahun 2019 ini juga dilakukan pembaharuan terkait pendaftaran Pesantren Ramadhan dari panitia ke Bagian Kesra. Panitia telah bisa mendaftarkannya secara online melalui handphone (HP) masing-masing, dan aplikasinya sudah disediakan.


Untuk menyemarakkan Pesantren Ramadhan, Pemko melalui Bagian Kesra mengucurkan bantuan dana. Masing-masing siswa mendapatkan alokasi anggaran Rp.20 ribu per orang, dan dana tersebut diambil oleh panitia pelaksana di mesjid/musholla. 

Sedangkan untuk buku panduan disediakan dua bahan ajar, SD/sederajat dan SMP/sederajat. Untuk narasumber juga dapat dilihat dalam buku panduan yang telah disiapkan tersebut. 

Pelaksanaan Pesantren Ramadhan dilaksanakan secara serentak di 104 kelurahan pada 11 Mei 2019 selesai Sholat Shubuh berjamaah di Mesjid/Mushalla oleh tim Kota Padang. Sedangkan penutupannya dilakukan setelah Sholat Isya pada 29 Mei 2019. (*/uki) 

0 komentar:

Post a Comment

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Ekonomi Bisnis

IKLAN

IKLAN

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER