Ruang Iklan Anda

30 May 2019

Tutup Pesantren Ramadhan 1440 H, Wako Mahyeldi dan Wawako Hendri Septa Ajak Masyarakat Jaga Generasi Muda dan Amalkan Ilmu


PADANG(GemaMedianet.com— Pelaksanaan Pesantren Ramadhan 1440 H/2019 M yang berlangsung selama 17 hari, mulai 11 - 29 Mei 2019 di berbagai masjid dan mushalla dan diikuti para siswa Sekolah Dasar (SD)/Sederajat dan Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Sederajat se Kota Padang, secara resmi ditutup oleh Walikota Padang Mahyeldi di Masjid Raya Pasa Gadang, Kelurahan Pasa Gadang, Kecamatan Padang Selatan, Rabu (29/5/2019).

Seperti diketahui, Pesantren Ramadhan tahun 2019 yang digelar Pemerintah Kota Padang melalui Bagian Kesra ini melahirkan berbagai inovasi, dan sekaligus sebagai pembeda dari pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. Inovasi itu diantaranya pengintegrasian budaya Minangkabau pada kompetensi dasar materi keagamaan, dan kompetensi dasar khusus membahas dasar budaya Minangkabau, Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

Dalam kesempatan itu, Mahyeldi menyampaikan, kegiatan Pesantren Ramadhan bertujuan untuk mengikatkan hati anak-anak dan generasi muda supaya terpaut dengan Masjid. Sehingga terbangun jembatan hati antara anak dengan sang pencipta.

Meski kegiatan Pesantren Ramadhan telah berakhir bukan berarti berakhir pula kegiatan di bulan suci Ramadhan. Oleh karena itu, Walikota Mahyeldi berharap kepada Camat, Lurah, RT/RW tetap mengajak masyarakat meramaikan Masjid dan Mushala di lingkungan masing-masing.


Walikota juga mengajak masyarakat untuk selalu menjaga anak-anak dan generasi muda dari hal negatif yang dapat merusak pemikirannya.

Ia menyebut, Gadget, Narkoba, Lem, Pergaulan bebas, Tawuran, Pornografi penting disikapi, karena semua itu perilaku menyimpang yang harus dihindari supaya anak-anak kita menjadi  generasi cerdas.

"Cerdas spritual, cerdas intelektual dan cerdas emosional," sebutnya.

Oleh karena itu, walikota juga menyayangkan, ketika ibadah tarwih dan witir dilaksanakan hampir tidak ada generasi muda SLTA yang datang ke Masjid dan Mushala. Salah faktor bisa jadi disebabkan karena kegiatan Pesantren Ramadhan tingkat SLTA diadakan di sekolah dan kurangnya dorongan orangtua.


Untuk itu, kata walikota, pihaknya akan mengirim surat ke Gubernur, bagaimana menyikapi hal itu kedepannya. "Kita berkeinginan siswa SLTA dapat melaksanakan Pesantren Ramadhan kembali di Masjid dan Mushala,” tukasnya.

Lebih lanjut Mahyeldi, tahun 2019 Pemerintah Kota Padang memfokuskan program kerja pada peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), yaitu pemberdayaan pemuda di setiap kecamatan di Kota Padang.

“Nanti setiap Kecamatan di Kota Padang akan ada kegiatan di tingkat RT/RW yang dapat mendorong kreatifitas pemuda yang kita sebut Youth Center. Harapannya akan lahir ide dan gagasan untuk kemajuan Kota Padang kedepannya,” ujar Mahyeldi.


Sementara, Camat Padang Selatan Fuji Astomi menyampaikan, dari 12 kelurahan di Padang Selatan hanya satu kelurahan yang tidak melaksanakan kegiatan Pesantren Ramadhan. Hal itu dilatar belakangi fasilitas yang kurang memadai.

Fuji juga mengungkapkan selama bulan suci Ramadhan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kecamatan Padang Selatan menjalan program kumpul koin dan berbagi takjil.

“Koin-koin yang ada di dalam rumah, dilaci-laci kantor kita kumpulkan lalu diberikan kepada anak yatim. Untuk takjil, ASN di lingkungan Kecamatan Padang Selatan bergilir membawanya untuk disalurkan kepada masjid dan mushala,” imbuhnya.

Di malam yang sama, Wakil Walikota Padang Hendri Septa juga menutup pelaksanaan Pesantren Ramadhan 1440 H di dua Masjid lainnya, yaitu Masjid Muhajirin Jalan Manggis Belimbing, dan Masjid Al Aqsha Lubuk Buaya.


Wawako Hendri Septa dikesempatan itu menyebutkan, Pesantren Ramadhan bertujuan untuk mendidik generasi yang berkarakter sebagai calon pemimpin di masa depan. Dengan memindahkan proses belajar mengajar dari sekolah ke Masjid/ Mushalla.

Oleh karena itu, setelah Ramadhan ini kita harus tetap istiqomah memakmurkan Masjid/ Mushalla.

"Mari ajak anak-anak kita, ingatkan mereka untuk mengamalkan ilmu yang telah didapatkan, tentunya dengan pengawasan orangtua," tukasnya.

Selanjutnya, Wawako Hendri Septa menutup kegiatan malam tersebut dengan i'ktikaf dan sahur bersama masyarakat di Masjid Nurul Yaqin, Padang Sarai. (mul/uki) 

0 komentar:

Post a Comment

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Florikultura Indonesia 2019 dan Pedatani

Ekonomi Bisnis

IKLAN

IKLAN

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER