28 May 2019

Mentan RI Harapkan Produktifitas Pertanian Sumatera Barat Membanggakan, Bukan Apa Adanya


JAKARTA(GemaMedianet.com— Penyelenggaraan Pekan Nasional Tani Indonesia (PENAS TANI) merupakan wujud motivasi produktifitas penyelenggaraan pembangunan pertanian Indonesia. Jika selama ini Sumatera Barat (Sumbar) baru produksi Padi 4 ton per hektare (Ha), maka ke depan produksi Padi jadi 13,5 ton per Ha.

Hal ini disampaikan Menteri Pertanian Republik Indonesia Dr. Amran Sulaiman dalam pembukaan rapat persiapan penyelenggara PENAS TANI ke XVI tahun 2020 di Sumatera Barat, di Kantor Pusat Kementerian Pertanian Republik Indonesia Jakarta, Senin (20/5/2019) lalu. 

Hadir dalam kesempatan tersebut,  Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir,  Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit,  Wakil Walikota Hendri Septa, Pejabat eselon I, II serta beberapa panitia di lingkung Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan utusan kementerian terkait lainnya. 

Mentan Amran Sulaiman juga menyampaikan, saat ini hasil pertanian Indonesia Produk Domestik Bruto (PDB) sudah masuk lima besar dari 224 negara dengan presentase 125,4 persen dan mendapat perhatian dunia.

Mentan amat pujikan KTNA yang konsisten bekerja walau dana penyelengaraan Kementerian Pertanian ditekan turun  dari  34,9 Triliun tahun 2015 menjadi 18,9 Trilun tahun 2016, dan 19,3 Triliun tahun 2017. Termasuk menekan dana belanja pegawai.

"Kondisi ini malah membawa peningkatan PDB Petani,  yakni tahun 2013 sebesar 847,8 Triliun, 2014 - 880,4 Triliun, 2015- 906,8 Triliun, melebihi target 35 persen dari tahun 2017-2018 mencapai 37 persen sebesar 1.005,4 Triliun," tukasnya. 

Mentan juga bangga adanya penurunan tingginya inflasi bahan makanan Indonesia dari 11,74 persen menjadi 1,26 persen. Menurutnya, ini semua merupakan buah kerja KTNA secara nasional yang telah memberikan kontribusi positif dalam kemajuan dalam sektor pertanian. 

Mentan RI juga menekankan, PENAS yang mempertemukan Petani dan Nelayan Andalan di Indonesia akan digelar di Sumbar, hendaknya memperlihatkan hasil produksi yang membanggakan, bukan apa adanya.

"Mesti ditingkatkan metode dan cara bagaimana hasil produk bidang pertanian menjadi semangat para petani untuk berhasil lebih baik lagi di tahun yang akan datang," harapnya. 

Terkait hal itu, Wagub Nasrul Abit menegaskan, pemikiran besar Menteri Pertanian bagaimana produksi pertanian Sumatera Barat dapat menjadi lebih baik. Jika saat ini hasil rata-rata produk pertanian 4 ton per ha,  maka seyogyanya ke depan menjadi 13,5 ton per ha. 

Penyelenggaraan Penas Tani ke XVI tahun 2020 di Sumbar mampu menjadi inspirasi bagi perkembangan pembangunan pertanian di Indonesia. 

"Kita berkeyakinan hal itu dapat diraih, jika semua bekerja maksimal dalam koordinasi yang baik. Apakah soal bibit, pupuk atau teknologi pertanian lainnya yang dapat mendorong keberhasilan produk pertanian Sumatera Barat," ujarnya. 

Wagub Nasrul Abit juga mengajak seluruh stakeholder pembangunan sektor pertanian dapat berkontribusi nyata dalam memajukan produk pertanian Sumatera Barat. 

Penas Tani ke XVI Tahun 2020 momentum yang tepat untuk membuktikan potensi itu ada, dan kemampuan itu menjadi pembelajar petani Indonesia, khususnya petani yang ada di Sumbar. (pna) 

0 komentar:

Post a Comment

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Florikultura Indonesia 2019 dan Pedatani

Ekonomi Bisnis

IKLAN

IKLAN

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER