30 May 2019

Akibat Supir Mengantuk, Mini Bus Toyota Kijang Grand Terjun Bebas ke Jurang Lurah Berangin, Satu Korban Luka


PASAMAN(GemaMedianet.com— Sebuah Mini Bus merk Toyota Kijang Grand dengan nomor Polisi BA 1622 RQ terjun bebas ke dalam jurang Lurah Berangin di Jalan Umum Cubadak Banyak, Jorong Biduak, Nagari Ganggo Mudiak, Kecamatan Bonjol, Pasaman sekira pukul 21.10 WIB, Rabu (29/5/2019) kemarin.

Kapolres Pasaman, AKBP Hasanuddin melalui Kasatlantas, Iptu Julisman mengatakan penyebab laka tunggal tersebut akibat sang supir Zamzami (31) mengantuk saat mengemudi di daerah itu.

"Benar. TKP dari arah Bonjol menuju Lubuk Sikaping jalan tikungan tajam ke kiri. Karena supir Zamzami mengantuk saat mengemudi sehingga hilang kendali dan terjun ke dalam jurang dengan kedalaman sekitar 20 Meter" terang Iptu Julisman, Kamis (30/5).

Saat ini kata Iptu Julisman pihaknya tengah mengupayakan evakuasi terhadap mini bus tersebut. "Kita sedang menunggu alat derek untuk mengevakuasinya. Kita usahakan hari ini selesai. Sehingga kejadian ini tidak mengganggu arus lalu lintas" katanya.

Sementara Kapolsek Bonjol, Iptu Roni mengatakan kejadian itu berawal dari saat kendaraan minibus merk Toyota Kijang Grand BA-1622-RQ dikemudikan Zamzami datang dari arah Bonjol ke arah Lubuk Sikaping.

"Namun diduga kaca depan kabur karena hujan, dan supir mengantuk hilang kendali pada saat menikung tajam ke kiri kendaraan keluar badan jalan sebelah kanan dan masuk jurang. Dalam peristiwa ini mengakibatkan penumpang minibus nama Yusriani Fitri (31) menderita luka dan dibawa ke RSUD Lubuk Sikaping," kata Iptu Roni.

Kata dia, korban Yusriani menderita tangan kanan diduga patah, mata kanan bengkak dan luka lecet pada wajah. "Benar. Mereka warga Pulai Jorong PSB, Nagari Gadut, Kabupaten Agam. Sementara Minibus itu mengalami kerusakan pada kaca depan pecah, body gores-gores dan ditaksir kerugian materil Rp1 Juta," tuturnya.

Pihaknya pun kata dia kembali mengimbau kepada pengendara maupun pemudik lebaran untuk tetap berhati-hati saat melintas di daerah tersebut. 

"Benar. Karena jalur lintas Lurah Berangin memang sangat rawan kecelakaan. Kemudian juga memiliki jurang yang dalam. Lebih baik mengurangi kecepatan dan berhenti jika mengantuk. Karena di Equator Bonjol sudah disiapkan pos pengamanan mudik lebaran yang bisa digunakan untuk istirahat," tutupnya. (Noel/Humas)

0 komentar:

Post a Comment

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Florikultura Indonesia 2019 dan Pedatani

Ekonomi Bisnis

IKLAN

IKLAN

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER