24 April 2019

Pos Pengaduan Sekolah Perempuan Gabungan Tiga Kelurahan di Lubuk Kilangan Dilaunching


PADANG, (GemaMedianet.com) — Pemerintah Kota Padang mengapresiasi dan menyambut baik keberadaan Pos Pengaduan Sekolah Perempuan gabungan tiga kelurahan di Kecamatan Lubuk Kilangan sebagai pusat pelayanan perempuan untuk konsultasi tentang isu-isu perempuan di tingkat kelurahan. Diantaranya berkaitan dengan prinsip-prinsip keseteraan gender, membangun kesadaran kritis perempuan dan peningkatan ketahanan keluarga.

"Atas nama Pemerintah Kota Padang, kita menyambut baik keberadaan pos pengaduan sekolah perempuan yang merupakan satu-satunya ada di Sumbar," kata Staf Ahli Walikota Padang Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Azwin sewaktu mewakili Walikota Padang melaunching Tiga Pos Pengaduan Sekolah Perempuan tersebut di Sekretariat Jaringan Sekolah Perempuan Barita, Jl. Batu Gadang RT 3 RW I Kelurahan Batu Gadang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Rabu (24/4/2019).  

Walikota berharap upaya ini menjadi pembuka jalan untuk melakukan gerakan bersama membawa manfaat bagi kemanusiaan, mewujudkan keadilan bagi semua tak terkecuali perempuan dan kelompok marginal, terutama perempuan miskin yang tinggal di pinggiran kelurahan. Selanjutnya, agar terus bergerak dan berubah ke arah kesetaraan, keadilan, kesejahteraan serta kehidupan yang rukun dan damai

Seperti diketahui, Tiga Pos Pengaduan Sekolah Perempuan Kelurahan itu digagas oleh lembaga Pambangkik Batang Tarandam (PBT) bekerjasama dengan Institut Kapal Perempuan. Sementara di tingkat kecamatan, PBT juga membentuk kelompok jaringan sekolah perempuan yang diberi nama BARITA sebagai sentral informasi untuk perempuan di tiga kelurahan yakni Batu Gadang, Baringin dan Tarantang.

Azwin juga memuji langkah tepat PBT dengan menginisiasi berdirinya pos pengaduan sekolah perempuan yang sejalan dengan tugas pokok Pemko Padang. PBT sendiri berdiri pada 28 Juli 2010 oleh beberapa orang pemuka masyarakat yang peduli terhadap persoalan-persoalan perempuan.

“Maka itu, PBT tidak bisa berjalan sendiri. Namun membutuhkan dukungan pemerintah kota, baik di kecamatan dan kelurahan. Termasuk dukungan RW/RT dan LMP serta seluruh elemen dan tokoh masyarakat. Alhamdulillah, dalam sekolah perempuan sudah terdapat 25 kelompok belajar perempuan di tingkat RW/RT yang tergabung di sekolah perempuan tingkat kelurahan. Jumlah anggota seluruhnya sudah mencapai sebanyak 412 orang," ujarnya. 

Azwin juga melihat sejumlah keberhasilan anggota sekolah perempuan dan tim pemantau komunitas. Diantaranya mendampingi masyarakat terutama perempuan miskin dalam pengurusan JKN PBI secara mudah dan gratis. Selanjutnya, melakukan perjuangan untuk akses jalan, listrik, layanan pemeriksaan kesehatan bagi warga di RT 6 RW 6 tiap bulan di Kelurahan Batu Gadang.

Keberhasilan lainnya, kata Azwin, seperti memperjuangkan akses jalan bagi masyarakat di RW I Kelurahan Batu Gadang, mengembangkan usaha kreatif perempuan melalui usaha industri rumah tangga, koperasi simpan pinjam dan pembibitan tanaman sayuran dan buah sebagai upaya mengatasi kerentanan pangan serta pengeluaran keluarga. 

“Terlebih mengembangkan layanan pengaduan dan pendampingan bagi korban KDRT serta mengusulkan MCK dan air bersih di Kelurahan Tarantang dan Baringin melalui Musrenbang," tukuknya.(David/Rel) 

0 komentar:

Post a Comment

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Ekonomi Bisnis

IKLAN

IKLAN

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER