Ruang Iklan Anda

03 March 2019

Sosialisasi Dengan Elemen Masyarakat, Bawaslu Pasaman Ajak Berperanserta Awasi Pemilu


PASAMAN(GemaMedianet.com— Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pasaman mengadakan Sosialisasi, Fasilitasi dan Dokumentasi Pengawasan Pemilu dengan tema "Peran media, tokoh masyarakat dan ulama dalam mengawal proses pelaksanaan pemilu".

Acara dibuka langsung oleh Ketua Bawaslu Pasaman, Rini Juita, MA didampingi oleh Mesrawati, SE dan Kepala Sekretariat Bawaslu Pasaman, Refky Mukhliza, SH, MH, selaku ketua panpel acara yang dilaksanakan di Flom Mitra Lubuk Sikaping, Minggu (3/3/2019).

Dalam paparannya sebagai narasumber, Rini Juita menyampaikan, bahwa Bawaslu ingin mengajak agar masyarakat berperan serta dalam pengawasan pemilu pada tanggal 17 April 2019 nanti.

"Saya mengajak seluruh elemen masyarakat bersama dengan Bawaslu untuk dapat bersama-sama mengawal pemilu 17 April nanti agar menjadi pemilup yang damai dan berintegritas,"  papar Rini Juita.

Ia menambahkan, bukan hanya sekedar ikut mencoblos sebagai pemilih, namun juga akan menjadi perpanjangan tangan Bawaslu untuk mencegah dan melaporkan kecurangan-kecurangan dalam proses pemilu.

Sementara, salah satu Komisioner Bawaslu Pasaman, Kristian, S.PdI, menyampaikan agar masyarakat untuk tidak ikut dalam politik kotor.

“Jangankan suasana politik yang keras, untuk bertahan hidup saja, juga keras. Meski begitu, tolak politik kotor alias politik hoax, tolak politik uang dan tolak kecurangan-kecurangan yang akan mengotori pelaksanaan pemilu," ajak Kristian.

Diakui Kristian, saat ini para pelaku politik banyak menggunakan black campaign dan negative campaign. Ini bukti nyata bahwa politik itu keras.

“Mau black atau negative campaign sama saja. Ini bukti buruknya mental para pelaku politik yang menggunakan dua cara kampanye ini," ujarnya. 

Kristian menyebutkan, banyak bukti, ada yang tim sukses yang kerjanya menyebar informasi bohong lawan politik tanpa ada kebenaran, ini black capaian. Kemudian, ada juga yang yang sibuk menyuarakan hal-hal buruk tentang lawan politik, alias negative campaign. 

"Ini sangat merusak citra berpolitik. Jangan sampai kita jadi sasaran penyebarannya,” pungkas Kristin. (Noel)

0 komentar:

Post a Comment

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Florikultura Indonesia 2019 dan Pedatani

Ekonomi Bisnis

IKLAN

IKLAN

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER