23 March 2019

Guru Kota Padang Gantungkan Harapan Pada Yazirman Murad


PADANG(GemaMedianet.com— Bukan sekedar ikut-ikutan maju di Pemilihan Legislatif pada Pemilu 17 April 2019 mendatang, Yazirman Murad juga punya track record yang mumpuni di bidang yang ia geluti selama ini. Bahkan lewat bidang pendidikan yang selama ini ia geluti, banyak pengalaman yang ia dapat. Namun tidak sedikit pula berbagai persoalan di dunia pendidikan yang ia rasakan, ia lihat yang memerlukan sentuhan khusus untuk kondisi yang lebih baik.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Padang, Yazirman Murad menyampaikan, dengan berbagai pengalaman diantaranya sebagai guru dan kepala sekolah ia berharap niatannya yang berawal dari keinginan untuk berperanserta dan berkontribusi di dunia pendidikan kiranya mendapatkan dukungan dari kalangan guru. 

"Bagaimana pun yang dapat memahami dunia pendidikan adalah kalangan guru itu sendiri. Dan dengan bekal pengalaman selama di dunia pendidikan inilah saya sudah merangkum poin penting untuk memperjuangkannya di Legislatif jika diberi amanah sebagai wakil rakyat di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang," ujar mantan Kepala SMP Negeri 10 Kota Padang ini, Sabtu (23/3/2019). 

Yazirman Murad juga mengungkapkan, ketika mendirikan sekaligus menjadi kepala SMP Negeri 36 Teluk Kabung di Kecamatan Bungus Teluk Kabung ia mulai merasakan bahwa daerah pinggir kota seperti Bungus Teluk Kabung memang memerlukan penambahan-penambahan sekolah baru, termasuk guru.

Baca Juga : PGRI Utus Dua Guru Ikut Pileg-2019

"Terlebih lagi kondisi itu dipengaruhi oleh jarak dan waktu. Siswa yang akan bersekolah dari Bungus Teluk Kabung ke pusat Kota Padang, tentu cukup banyak menyita biaya dan waktu, termasuk waktu istirahatnya," ujar Yazirman Murad. 

Oleh karena itu, tak heran ketika masih ditemui beberapa guru yang ditempatkan ke daerah Bungus Teluk Kabung terkesan enggan mengabdikan diri di wilayah tersebut. Walaupun, ada yang sempat mengabdi di sana, namun karena sebagai batu loncatan kemudian berusaha mengurus pindah bertugas ke kecamatan lain.

Walhasil, agar kondisi itu tidak mengganggu proses belajar mengajar, diantisipasi dengan keberadaan guru honor atau guru tidak tetap (GTT). Namun persoalan yang muncul selanjutnya adalah honorarium, dan nilainya tidak mengalami perubahan yang signifikan setiap tahunnya.

"Inilah beberapa kondisi di dunia pendidikan yang akan diperjuangkan ketika saya Yazirman Murad dari Partai Golkar Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Lubuk Kilangan, dan Kecamatan Lubuk Begalung diberi amanah oleh para guru," ungkapnya. 

Yazirman juga merinci empat poin penting yang nantinya menjadi catatan dalam memperjuangkan aspirasi hak-hak dan kebutuhan para guru, yakni 

(1).Tidak meratanya penempatan para guru di berbagai kecamatan, terutama pinggir kota. 
(2).Pembangunan sarana fisik sekolah yang belum merata di daerah pinggiran kota.
(3).Honor GTT yang masih belum layak.
(4).Percepatan pembayaran honor guru dari sebelumnya per 3 bulan menjadi per bulan. 

Mendapati majunya Yazirman Murad pada Pileg 17 April 2019 mendatang, salah seorang guru sebut saja Ratna di Bungus memberikan apresiasi terhadap Ketua PGRI Padang tersebut. Pasalnya, apa yang akan akan diperjuangkan itu merupakan hak-hak dan kebutuhan para guru yang masih terabaikan. 

"Tujuan pak Yazirman Murad sungguh mulia, dan saya berharapan dapat terpilih mewakili para guru nantinya. Saya dan keluarga juga bertekad memberikan dukungan," ujarnya. 

Senada, Anita yang juga berdomisili di Bungus ini begitu sumringah dengan aspirasi yang akan diperjuangkan Ketua PGRI Kota Padang tersebut. 

"Saya dan keluarga pastinya memberikan dukungan. Dan saya juga akan mendorong rekan-rekan lainnya memberikan amanah bagi pak Yazirman Murad untuk mewakili kita di DPRD Kota Padang," tukasnya. (em) 

0 komentar:

Post a Comment

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

IKLAN

IKLAN

Ekonomi Bisnis

IKLAN

IKLAN

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER