04 March 2019

Bicara ABS-SBK di Unand, Mahyeldi : Generasi Muda Minangkabau Harus Miliki Tiga Kecerdasan


PADANG(GemaMedianet.com— Walikota Padang H. Mahyeldi, SP didapuk menjadi pemateri dalam kegiatan Seminar Nasional bertemakan “Membangun Nilai-nilai Adat Basandi Syara - Syara' Basandi Kitabullah (ABS-SBK) di kalangan generasi muda yang diadakan oleh Asosiasi Mahasiswa Asrama Unand di Ruang Seminar F Unand Padang, Minggu (3/3/2019).

Mahyeldi menyebut, sesuai pengertiannya, ABS-SBK adalah landasan atau prinsip pandangan hidup yang menjadikan Islam sebagai sumber utama dalam tata dan pola perilaku yang sudah ada dalam masyarakat Minangkabau sejak dahulu kala. 

“Sebagaimana filosofi ABS-SBK tersebut adalah adat mangato syara’ mamakai yang artinya segala ketentuan di dalam adat diimplentasikan sesuai ajaran agama Islam,” jelasnya.

Mahyeldi juga menyampaikan, berbicara ABS-SBK bagi masyarakat Minangkabau tentunya sudah mendarah daging, namun perlu kembali digali sebagai sumber pencerahan kebangkitan masyarakat Minangkabau dalam menghadapi masa depan yang penuh kompetisi. Tentunya juga dalam mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.

Lebih jauh dijelaskan, seperti diketahui, dalam penerapan ABS-SBK terdapat yang dikenal dengan tungku tigo sajarangan dan tali tigo sapilin. Tungku tigo sajarangan merupakan lambang dari tiga unsur kepemimpinan yang sangat potensial dan saling bersinergi di Minangkabau yaitu ninik mamak, alim ulama dan cadiak pandai. Sedangkan tali tigo sapilin menggambarkan tiga landasan tempat berpijak ketiga unsur kepemimpinan tersebut, yakni adat,  syarak dan Undang-undang.

“Oleh karena itu, orang Minangkabau dalam kesehariannya harus memiliki 3 kecerdasan. Yakni kecerdasaan spiritual, sosio emosional dan intelektual. Dan selaku calon pemimpin bangsa dan daerah ini ke depan, perlu memiliki kompetensi-kompetensi yang dimotori salah satunya oleh kearifan lokal melalui pengimlementasian falsafah ABS-SBK ini,” ungkapnya menambahkan.

Lebih lanjut Mahyeldi memaparkan, untuk kecerdasan spiritual yaitu bagaimana sebagai generasi ABS-SBK harus menanamkan fungsi agama dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, kecerdasan emosional yaitu kemampuan dalam berinteraksi dan berkomunikasi terhadap sesama manusia sebagai makhluk sosial. Ketiga, kecerdasan intelektual dimana kecerdasan, pengetahuan serta pengalaman adalah hal mendasar yang juga harus dimiliki.

"Untuk itu kepada adik-adik mahasiswa semua, mari kita pertahankan dan implementasikan falsafah ABS-SBK dalam kehidupan sehari-hari. Karena 3 komponen di dalam falsafah ABS-SBK tersebut merupakan pondasi bagi kita untuk menjadi insan Minangkabau yang lebih baik, maju dan berkembang selaku calon pemimpin di masa datang," tukas walikota mengingatkan.

Dalam kesempatan itu juga hadir Ketua Pengelola Asrama Unand Dr. Fajri Usman SS.M.Hum. Usai memberikan materi Walikota Mahyeldi mendapat cendera mata dari panitia pelaksana Seminar Nasional tersebut sebagai bentuk penghargaan dan ucapan terima kasih atas paparan dan motivasi yang telah diberikan. (David/Hms)

0 komentar:

Post a Comment

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Ekonomi Bisnis

IKLAN

IKLAN

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER