24 February 2019

Launching Sekolah Ramah Anak SDN 03 Alai, Harneli Bahar : Kepsek dan Guru Harus Jadi Teladan Bagi Murid


PADANG(GemaMedianet.com— Dengan Launching Sekolah Ramah Anak di SD Negeri 03 Alai, maka yang terpenting adalah kepala sekolah dan guru-guru harus ramah, memahami, serta menjadi contoh tauladan yang baik kepada anak-anak. Bagaimana pun murid akan mencontoh apa yang dilakukan oleh guru-guru dan kepala sekolahnya (kepsek).

Hal itu disampaikan Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Padang, Hj Harneli Bahar dalam sambutannya pada Launching Sekolah Ramah Anak di SD Negeri 03 Alai, Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Sabtu (23/2/2019).

Lebih lanjut Harneli Bahar, disadari pengaruh luar biasa era digital dewasa ini berdampak bagaimana susahnya dalam mendidik anak-anak di "zaman now". Diperparah lagi, orangtua yang memang sangat sayang dengan anak-anak memberikan handphone (HP) Android begitu saja, dan karenanya pada umumnya anak-anak sekarang sudah punya HP Android. 

"Sayangnya, tidak semua orangtua yang memahami bahaya, bahwa anak-anak akan begitu mudahnya mengakses situs-situs yang tidak baik dari HP. Salah satunya mengakses situs porno yang tanpa sensor sedikit pun," ujar Harneli Bahar yang juga isteri Walikota Padang ini. 

Dijelaskan, seperti diketahui Rasulullah mengajarkan, bahwa anak-anak yang sudah berusia 7 tahun dipisahkan dari kamar orangtuanya. Kemudian, ada waktu-waktu dimana anak-anak ketika ingin masuk ke kamar orangtuanya harus minta izin, yakni waktu tengah malam, tengah hari, dan sebelum Subuh. Termasuk dipisahkannya kamar anak laki-laki dan anak-anak perempuan, tujuannya adalah agar anak tidak melihat hal-hal yang belum pantas untuk dilihat. 

"Tetapi melalui HP Android, semua itu disajikan tanpa ada sensor," ungkapnya.

Yang menyedihkan, sebut Harneli, dari berbagai kasus yang terjadi pada anak-anak SD, SMP. Mereka terlibat kasus dengan apa yang mereka tonton. Bahkan, dalam pergaulannya ada yang melakukan perbuatan perbuatan yang terjadi di masa Nabi Lut AS. 

"Jika hal ini dibiarkan tanpa pengawasan dari orangtua pertama kali, maka apa yang diberikan perlu ada pengontrolan, peringatan dan peraturan," harapnya. 

Masih menurut Harneli, selain itu, melihat bonus demografi 2035, jika kita tidak menjaganya, memelihara anak-anak berakhlak mulia menjadi anak-anak berakhlak yang benar, anak-anak yang menjalankan sholat, maka bonus demografi tersebut bakal menjadi musibah bagi bangsa Indonesia.

"Orangtua gagal memberikan contoh yang baik bagi anak-anaknya, guru gagal memberikan teladan kepada murid muridnya, maka bonus demografi itu akan menjadi musibah bangsa kita," tukasnya.

Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk memberikan pendidikan yang lebih baik, memberikan contoh teladan yang baik, bahasa yang santun, jauh dari kata-kata mengejek, menghina. 

"Jika itu benar-benar kita laksanakan maka Insyaallah, anak-anak kita menjadi generasi yang baik, dan membawa bangsa ini berdiri sama tinggi dengan bangsa lain," pungkasnya. 

Turut hadir pada kesempatan itu Walikota Padang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Barlius, Mewakili DP3AP2KB Kota Padang, Camat Padang Utara Editiawarman, Forkopimka, Anggota DPRD Kota Padang Maidestal Hari Mahesa, Lurah Alai Parak Kopi Agustinus, Ketua PGRI Kota Padang Yazirman Murad, Kepala SDN 03 Alai Zulhendri beserta para guru, Ketua Komite Sekolah Elfianto Yusuf, dan undangan lainnya. (ki) 

0 komentar:

Post a Comment

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

IKLAN

IKLAN

Ekonomi Bisnis

IKLAN

IKLAN

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER