19 December 2018

Pertama di Sumbar, Padang Panjang Launching Aplikasi Pajak Daerah dan Canangkan Pajak Restoran 5 Persen


PADANG PANJANG(GemaMedianet.com)— Pemerintah Kota (Pemko) Padang Panjang melalui Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) setempat melaunching Aplikasi Pajak Daerah dan Pencanangan Pajak Restoran 5 persen. Kegiatan ini merupakan pertama kalinya di Sumatera Barat (Sumbar),

Kegiatan itu berlangsung di Rumah Makan Pak Datuak Kota Padang Panjang, Senin (17/12/2018) yang dibuka langsung oleh Walikota Padang Panjang Fadly Amran, BBA, dan dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Padang Panjang Dr. Novi Hendri, SE, M.Si, Kepala BPKD Indra Gusnady, SE, M.Si, unsur Forkopimda, Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Kota Padang Panjang serta Pengusaha Hotel dan Restoran setempat.

Fadly mengatakan, dengan penurunan besaran pajak restoran ini diharapkan para pengusaha restoran dan hotel serta masyarakat dapat tertib dalam membayar pajak.

"Kita ingin ekonomi Padang Panjang menggeliat, serta masyarakat dapat merasakan manfaatnya," ujar Fadly.

Wako juga mengatakan penurunan besaran persentase pajak restoran dari 10 persen menjadi 5 persen merupakan bentuk kemudahan bagi pengusaha agar nanti ada ketaatan dan kepatuhan dari pengusaha-pengusaha dalam membayar pajak.

Tidak hanya itu, Fadly juga ingin Pendapatan Asli Daerah (PAD) dapat meningkat dari tahun ke tahun.

Sementara, Indra Gusnady menambahkan membayar pajak merupakan suatu kewajiban, semakin bagus suatu restoran, semakin terkenal ketaatannya terhadap pajak.

"Nanti kami akan memberikan reward kepada pengusaha rumah makan atau restoran yang taat dalam melaksanakan penerapan tersebut," ujar Indra.

Ia juga mengatakan Pemko akan melakukan transparansi terhadap uang yang di PAD ini, termasuk dari mempromosikan restoran-restoran dan rumah makan yang ada di Padang Panjang.

Terakhir, walikota memberikan apresiasi kepada pengusaha restoran yang taan akan membayar pajak, serta kotak pajak restoran dan kontak person layanan pajak restoran di 081211001115. (Kominfo/ci/cg)

0 komentar:

Post a Comment

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Ekonomi Bisnis

IKLAN

IKLAN

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER