11 November 2018

Sosok Lex Nederlof, Pebalap Usia Setengah Abad di Tour de Singkarak


PADANG, (GemaMedianet.com)  Jika di balapan MotoGP ada sosok Valentino Rossi, yang masih konsisten dengan balapan motornya meski usia tidak muda lagi. Adanya Rossi di MotoGP, membuat masyarakat dunia bersemangat menyaksikan balapan MotoGP. Bahkan, poster dan nomor motor 46 menjadi tren tersendiri. Hal itu karena sosoknya sudah melegenda. Tanpa Rossi di MotoGP, akan hambar menyaksikan balapan motor super sport itu.

Begitu juga di iven balap sepeda internasional Tour de Singkarak yang kini sudah memasuki tahun ke-10 di Sumatera Barat. Ada sosok yang bisa disandingkan dengan sosok Valentino Rossi, yakni Lex Nederlof pria kelahiran 1966 yang berasal dari Belanda. 

Lex Nederlof sebenarnya pebalap yang sudah tidak asing lagi bagi Tour de Singkarak dan masyarakat di Minangkabau. Pria yang memiliki nama lengkap Leendert Arie Nederlof ini, sudah berusia tidak muda lagi, di tahun 2018 ia sudah mengukir usia melampaui setengah abad atau 52 tahun. 

Pria yang dikenal dengan spesialis sprinters dari Nex CCN Team Laos, telah menjadi peserta Tour de Singkarak sejak tahun 2011 lalu. Baginya, Tour de Singkarak bukanlah hal baru, mulai dari rutenya, keindahan alamnya, dan juga masyarakatnya. 

"Soal jalan di Sumatera Barat ini mungkin saya yang lebih tahu dari masyarakat di daerah ini. Karena ini tahun ke-7 saya di Tour de Singkarak," candanya, Jumat (9/11/2018). 

Nederlof dikenal sosok yang menyenangkan bagi masyarakat di Sumatera Barat. Hampir di setiap kedatangan di berbagai daerah dalam rute yang ditempuh, ia tidak pernah menolak jika ada masyarakat yang meminta berfoto dengan dirinya. Hal ini dikarenakan Nederlof merasa, masyarakat di Sumatera Barat adalah keluarganya. 

Menurutnya, setiap timnya menerima undangan dari penyelenggara Tour de Singkarak, ia merasa ada panggilan untuk pulang kampung. Karena saking seringnya ia datang ke Sumatera Barat, rasa rindu dengan alam Sumatera Barat, masakan, keramahan masyarakat, dan keindahan desanya, melekat diingatannya. 

"Saya berkeinginan sekali membawa keluarga menghabiskan waktu ke Sumatera Barat. Mungkin usai Tour de Singkarak 2018 ini selesai, saya bicarakan dengan tim saya, bagaimana kalau berlibur dulu, sebelum kembali ke negara asal. Karena saya benar-benar ingin merasakan dan mengenal lebih luas lagi tentang Sumatera Barat," ujarnya. 

Untuk itu, baginya menjadi peserta Tour de Singkarak dengan usia yang tidak muda lagi, soal kemenangan tidak lagi menjadi tujuan utamanya. Karena ia sadar, banyak usia-usia muda yang memiliki tenaga lebih baik darinya. Setidaknya, kehadiran Nederlof mampu memotivasi para pebalap lainnya. 

"Kemenangan memang bukan menjadi incaran saya. Tapi dalam balapan ini saya konsisten dan bertekat menuntaskan seluruh etape," tegasnya. 

Ia menceritakan, keikutsertaan dirinya dalam berbagai balap sepeda, selain ingin memotivasi para pebalap usia muda, baginya bersepeda adalah hobi. Ia sudah mengendarai sepeda sejak usia anak-anak. Sepeda tidak hanya sebuah alat untuk balapan sepeda, tapi dalam kesehariannya juga menggunakan sepeda. 

Nederlof tidak hanya ikut pada balap sepeda Tour de Singkarak. Ia juga telah mengikuti balap sepeda di berbagai iven di Indonesia seperti Tour de East Java dan Tour de Banyuwangi Ijen serta sejumlah tur di Asia Tenggara.

Prestasi yang berhasil dicatat oleh Leendert Arie Nederlof adalah ketika menjuarai Melaka Governor's Cup di Malaysia 2013. Bahkan di tahun depan akan menjadi musim ke-40 bagi Nederlof sebagai pebalap sepeda berlisensi dari UCL.

0 komentar:

Post a Comment

SEMSI

SEMSI

Galeri Iklan

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER

Google+ Badge