02 November 2018

Hujan Deras Banjiri Kawasan Alai Parak Kopi, Satu Rumah "Bedeng" Rusak Berat


PADANG, (GemaMedianet.com) — Hujan yang tak berhenti sejak lepas Jum'at (2/11/2018) berdampak banjir di beberapa titik di Kota Padang, Sumatera Barat. Salah satunya di kawasan Alai Parak Kopi Kecamatan Padang Utara, air telah tergenang sepanjang jalan banjir kanal, sore.

Pantauan media ini, air telah mengenangi sepanjang jalan banjir kanal. Kondisi itu dipicu selain karena kawasan sekitar merupakan dataran rendah, air juga berasal dari luapan Banda Bakali yang mengalir cukup deras, akibat tak leluasa menembus pintu air di bawah jembatan rel.

Kondisi luapan yang sama juga terjadi sekitaran Jalan Bhakti dan kawasan kantor Lurah Alai Parak Kopi. Walhasil, puluhan rumah di kawasan tersebut terendam banjir.

Terkait hal itu, Lurah Alai Parak Kopi, Agustinus berharap warga untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. "Kepada bapak/ibu Ketua RT dan RW mohon dibantu terus wilayahnya dan agar melaporkan perkembangannya," himbaunya. 


Sementara di seputaran Jalan Teuku Umar belakang, yang dikenal dengan sebutan "Pulau, perlahan air yang berasal dari seputaran jalan banjir kanal mulai membanjiri kawasan yang berdekatan dengan jalur kereta api tersebut. 

Beberapa kepala keluarga (KK) di kawasan Pulau tampaknya mulai gelisah melihat kondisi tersebut. Apalagi satu rumah bedeng di lokasi mulai terendam banjir dan rusak berat.

"Ya benar, rumah bedeng di lokasi Pulau terendam banjir dan rusak dihanyutkan air. Banjir kali ini cukup dahsyat," kata Uus (49) warga sekitar sembari menunjuk rumah bedeng yang dimaksud dan hal itu diamini beberapa warga lainnya.

Di sisi lain, mengingat aliran air cukup deras, erosi dan ketinggian air yang sudah mencapai jembatan rel kereta api di lokasi, maka untuk kenyamanan pekerja terpaksa pembangunan jembatan pengganti di sisi jalur kereta api lama tersebut dihentikan sementara.

"Kita terpaksa berhenti bekerja mengingat aliran air cukup deras, dan ketinggian air sudah  mencapai rel dan jembatan," ungkap salah seorang pekerja di lokasi.

Bahkan kondisi itu diduga mengakibatkan Kereta Api (KA) Bandara yang semestinya telah lewat menuju Simpang Haru, terpaksa berhenti lama di Stasiun Pasar Alai.

Pasalnya, kereta api selanjutnya, KA Sibinuang juga baru melintasi jembatan rel tersebut jelang magrib, berjalan perlahan dan lambat.

Hingga pukul 18.05 WIB, petugas Basarnas, BPBD, Polsek Padang Utara dan pihak terkait masih terlihat berada di lokasi guna memantau kondisi dan perkembangan selanjutnya.

Sementara warga dan para pengendara yang lewat masih terus berdatangan, tumpah ruah di sejumlah titik seputaran Banda Bakali. (mr)

0 komentar:

Post a Comment

SEMSI

SEMSI

Galeri Iklan

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER

Google+ Badge