05 November 2018

Dugaan Jalan Bergelombang di Finish Stage 1, Pebalap TdS Tabrakan Beruntun


SIJUNJUNG, (GemaMedianet.com)— Stage I Sport Tourism Tour de Singkarak 2018 yang dimulai dari Lapangan Kantin Kota Bukittinggi, Minggu (4/11/2018) menempuh lintasan sejauh 140,5 km, tak dinyana berakhir dengan insiden kecelakaan.

Pasalnya, beberapa menit jelang finish di Gedung Pancasila Muaro, Kabupaten Sijunjung sebanyak tujuh pebalap dari sejumlah tim, terlibat tabrakan beruntun.

Insiden kecelakaan itu, sempat diabadikan warga yang menonton ketangkasan dari masing-masing pebalap dari pinggir lintasan dalam bentuk video berdurasi 1.25 menit. Bahkan, saat ini video tersebut sudah viral di media sosial.

Disinyalir, kecelakaan itu terjadi karena jalan yang bergelombang. Sehari sebelumnya, ruas jalan itu mengalami kerusakan berupa amblas di beberapa bagian, disebabkan oleh curah hujan yang cukup tinggi. Pihak dinas PUPR kabupaten Sijunjung, segera melakukan perbaikan, dengan menutup ruas jalan itu dengan aspal pada minggu pagi, beberapa jam sebelum pebalap melewati jalan tersebut.

Karena dinilai belum sempurna, Jamaludin, selaku race director, yakni, orang yang bertanggung jawab dengan perlombaan balap sepeda Tour de Singkarak 2018, menempatkan beberapa orang marshall (pengawas lintasan perlombaan) di lintasan itu, tujuannya agar pebalap bisa berhati hati.

Dikonfirmasi, Race Director TDS 2018 Jamaludin menyebutkan, sebanyak Tujuh pebalap terlibat insiden kecelakaan sebelum finish. Jika dilihat dari video yang beredar, kemungkinan besar insiden itu disebabkan oleh lintasan yang bergelombang.

TdS 2018 Delapan Etape, Lebih Menarik dan Penuh Tantangan

"Sampai hari ini jalannya bergelombang. Mungkin gara-gara itu. Kalau dilihat video itu, penyambung antara aspal baru dan lama tidak rata. Tapi sudah ada peringatan dari Marshall dengan pluit dan bendera. Tapi dari pebalap tidak ada yang protes karena itu merupakan race insiden," tutur Jamaludin.

Dijelaskan, dari ke Tujuh pebalap yang telibat insiden itu, dua diantaranya dibawa ke RSUD Sinjunjung untuk mendapatkan perawatan intensif. Sedangkan satu pebalap diantaranya, saat ini masih berada di rumah sakit karena harus menjalani rontgen pada bagian tangan. Dia dari Omidnia Mashhad Iran.

"Dua yang dibawa ke rumah sakit. Sisanya meneruskan perlombaan. Saat ini, satu masih dirawat untuk rontgen tangan," ujarnya.

Agar kejadian serupa tidak terulang lagi, Jamaludin menegaskan jika pihaknya akan kembali melakukan pemeriksaan, dan melihat perkembangan terbaru. Apalagi, intensitas hujan masih cukup tinggi.

"Ya, untuk etape berikutnya, untuk membuat pemeriksaan, update agar tidak ada yang terhambat. Apalagi dengan kondisi hujan sekarang. Semoga semua pihak tetap waspada," tukasnya. (rel)

0 komentar:

Post a Comment

SEMSI

SEMSI

Galeri Iklan

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER

Google+ Badge