13 October 2018

SMP Swasta Al-Muslimin Pandan Inisiasi Ekstrakurikuler-kan Mata Pelajaran Bahasa Pesisir

TAPTENG, (GemaMedianet.com)Upaya lembaga pendidikan seperti SMP Swasta Al-Muslimin di Kecamatan Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) membuka kelas Mata Pelajaran Bahasa Pesisir (Pasisi) patut diapresiasi.

Bahasa Pesisir merupakan bahasa yang lazim digunakan masyarakat di Pantai Barat Sumatera Utara, khususnya di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapteng sebagai bahasa pengantar di tengah kehidupan sosial masyarakat.

Meski tergolong masih bertahan dan dipergunakan sehari-hari, eksistensi bahasa ini kian meredup, terutama di kalangan pelajar dan anak-anak muda. Keberadaannya terancam punah, jika tidak dijaga.

Di tengah keterancaman itu SMP Swasta Al-Muslimin, Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah menginisiasi membuka kelas ekstrakurikuler yang menghadirkan mata pelajaran Bahasa Pesisir.

“Kita angkat kearifan lokal, selama ini anak-anak menganggap bisa kan, mengerti (bahasa Pesisir-red) ternyata setelah ditelusuri, mereka malah lebih cinta dengan budaya barat, Korea,” tutur Kepala SMP Swasta Al-Muslimin Pandan, Siti Nuraisyah di ruangan kerjanya, Rabu (10/10/2018).

Siti mengatakan, kelas ekstrakurikuler bahasa pesisir ini sudah diawali sejak pekan lalu dengan mengangkat Budayawan Pesisir sekaligus pemerhati, Syafriwal Marbun sebagai guru. Kelas tersebut diperuntukkan bagi pelajar kelas 7 dan kelas 8. Kelas ini dibuka setiap Jumat dan Sabtu.

“Per kelas 80 menit atau 2 jam pelajaran, sehari untuk dua kelas. Sebulan dia mendapatkan dua kali pertemuan dengan kelas bahasa pesisir,” ujar Siti seperti dilansir Akurat.co.

Menurut Siti, menguatkan kembali kebudayaan pesisir juga dilakukan dengan beberapa kegiatan lain. Misalnya dengan lomba kuliner khas pesisir yang sudah dilakukan bulan September lalu.

“Lomba masak Panggang Pacak dan Gulai Ikan. Dan di luar dugaan, luar biasa antusiasme anak-anak pelajar sangat tinggi,” kata Siti.

Pengenalan kuliner ini akan diteruskan dengan menggelar lomba memasak penganan dengan bahan Sagu khas Pesisir. Syafriwal Marbun yang menjadi guru bahasa pesisir tersebut juga akan dilibatkan sebagai mentor.

“Insya Allah, akan diajari juga sama pak Syafriwal sebagai budayawan dan pemerhati budaya pesisir. Mulai dari proses hingga hasilnya,” ujar Siti.

Tak hanya itu, pihak sekolah juga sedang merancang sebuah kegiatan bernilai kebudayaan pesisir, yakni Pesta Oi Dusanak. Kegiatan ini menurut Siti akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

“Tidak saja akademik, tidak saja bahasa tapi budaya pesisirnya, tata kehidupan, tata sopan santun dengan sejawat atau dengan orangtua. Siapa lagi yang mau melestarikan kalau bukan kita?” kata Siti.

Sementara, budayawan dan pemerhati budaya pesisir, Syafriwal Marbun yang dipercaya menjadi guru mengaku mengapresiasi pihak sekolah membuka pelajaran ekstrakurikuler bahasa pesisir ini. Dia berharap, apa yang dilakukan SMP Swasta Al-Muslimin Pandan, dapat menular ke sekolah-sekolah lain.

“Kita bangga, karena dengan ini budaya pesisir yang mulai hilang itu akan kembali terangkat,” kata Syafriwal. (DM) 

0 komentar:

Post a Comment

SEMSI

SEMSI

Galeri Iklan

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER

Google+ Badge