03 April 2018

Hari Ichlas Hadiri Tradisi Ritual Cuci Benda Pusaka di Bone


Hari Ichlas Majo Lelo Sati,SE (Raja Minangkabau) Bersama Plt Bupati Bone, YM Ir.Andi Bakti Haruni C.E.S
BONE, (GemaMedianet.com) — Hingga kini kerajaan-kerajaan di Nusantara yang masih berdiri begitu kaya dengan seni, budaya dan tradisi. Peradaban yang juga membuat Indonesia dahulunya banyak dikenal tidak saja di Nusantara tetapi juga hingga ke berbagai negara di belahan dunia.

Seperti pada ritual cuci benda pusaka yang hingga kini terjaga di Bone, Sulawesi Selatan. Tradisi itu digelar lewat upacara adat 'Mattompang Arajang'. Tradisi ini digelar serangkaian dengan Hari Ulang tahun (HUT) ke-688 Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Dalam momen ini Pemerintah Kabupaten Bone menggelar pencucian benda pusaka kerajaan yang dilangsungkan di Museum Arajange, Rujab Bupati Bone, Senin (2/4/2018).

Ritual adat pencucian pusaka seperti Keris, Parang, dan berbagai benda antik lainnya ini setiap tahun dilaksanakan. Namun, kali ini pemerintah bersama Dewan Adat mengundang sejumlah tamu kehormatan dari berbagai kerajaan di Nusantara dan luar Negeri.


Terdapat 31 raja, ratu dan tokoh budaya yang diundang menghadiri upacara adat tersebut, diantaranya :
1. Panembahan Agung Tedjowulan (Maha Menteri Kasunanan Surakarta Hadiningrat/Ketua Agung MARS Indonesia)
2. Hari Ichlas Majo Lelo Sati (Raja Minangkabau/Sekretaris Agung MARS Indonesia)
3. Sultan Aji M Andrian Sulaiman (Kesultanan Paser Kalimantan Timur)
4. Rheindra J Wiroyudho Alamsyah (Ketua Umum Matra)
5. Pangeran Raja Adipati Arief Natadininggrat (Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon)
6. Arena Jr Parampasi (Raja Palu)
7. A Agung Ngurah Ugrasena dan Permaisuri (Raja Puri Agung Singaraja Buleleng Bali)
8. Upu latu ML Benny Ahmad Samu Samu (Raja Samu Samu)
9. Aji Bambang Kusuma (Kesultanan Gunung Tabur Kalimantan Timur)
10. Datu Dissan Maulana (Kesultanan Bulungan)
11. Pangeran Syah (Brunei Darussalam)
12. Anakia Endri Tekaka (Putra Mahkota Raja Laiwoi Kendari)
13. Tengku Sahwal Azis (Singapura)
14. Raja Sabri Palakka (Singapura)
15. Seppi Uyo (Papua)
16. Cristomus Wamuar (Papua)
17. Elia Merahabia (Papua)
18. Kaisar Raja Bana Naineno II, (Kerajaan Oenun Mutis/Bimomi Meomafottu-Timor-NTT)
19. Sultan Bangsa-Sultan Gulamatsyah II (Kesultanan Muko Muko Bengkulu)
20. Pangeran Nata Adiguna Mas'ud Thoyib Jayakarta Adiningrat (Kedaton DKI Jakarta)
21. Fadlan Maalip, SKM Tuanku Bosa Talu XIV (Pasaman Barat Sumatera Barat)
22. Tan Sri Dato Mujeebudeen (Presiden Kelab Bnau Malaysia)
23. Raja Amanatun Don Kusa Banunaek
24. Rex Sumner (tokoh budaya Kerajaan Inggris)
25. Sultan Ratu Bagus Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja (Kesultanan Banten)
26. Nouhoum Fofana, Luciana (Tokoh Pemuda Adat Mali Afrika Barat)
27. M Nizar Yang Dipertuan Agung (Kerajaan Gunung Sahilan Rantau Kampar Kiri Provinsi Riau)
28. Tengku Tresneidy (Kerajaan Gunung Sahilan Rantau Kampar Kiri Provinsi Riau.)
29. Jhonny Za, Rajo Johan (Bendahara MARS Indonesia)
30. Ida Dalem Smaraputra (Raja Kakungkung)
31. Lalu Muh Putria (Kerajaan Silaledeng Lombok)


Kepala Dinas Kebudayaan Bone, Andi Promal menyebutkan, pada acara Hari Jadi Bone tahun 2018 ada lebih 30 kerajaan yang diundang dengan mengusung tema "Mempererat Persatuan dan Kesatuan". "Kami berharap dalam perayaan kali ini, Bone bisa dikenal lebih luas dunia dan kami membuktikan sejumlah peninggalan kerajaan yang masih ada di museum ini," ungkap Andi Promal.

Seperti diketahui, Ritual 'Mattompang Arajang' merupakan rangkaian acara inti di setiap perayaan Hari Jadi Bone ini. Pelaksanaannya dianggap sakral, yang mana prosesi doa pun dipimpin oleh sejumlah Bissu, pemuka agama Bugis lelaki yang bersifat perempuan. Dalam proses pencuciannya menggunakan jeruk nipis dan air yang diambil dari 7 lokasi berbeda.(dtk/sym/fay/em)

0 komentar:

Post a Comment

KPU

KPU

SEMSI

SEMSI

Galeri Iklan

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER

Google+ Badge