24 January 2018

Pessel Siapkan Telur Asin Mentah Jadi Souvenir



PESSEL, (GemaMedianet.com) — Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pemkab Pessel) Sumatera Barat, tengah mempersiapkan diri sebagai tuan rumah event Livestock Expo 2018 yang dijadwalkan bulan September mendatang.

Salah satu persiapan, menjadikan Telur Asin mentah (bahan baku Telur Itik), sebagai souvenir (oleh-oleh) di ajang kontes dan pameran hasil peternakan se Sumatera Barat tersebut.

"Kendati masih lama (9 bulan lagi, red), berbagai persiapan terus digencarkan, salah satunya menjadikan Telur Asin mentah dari Telur Itik, sebagai souvenir khas daerah di gelaran itu, " ucap Hazrita, Kadis Peternakan Pessel, Selasa (23/1/2018).

Dipilihnya Telur Asin mentah, sambungnya, dikarenakan potensi produksi telur itik cukup bagus di Pessel. "Ide ini, juga terinspirasi saat menghadiri event yang sama di Kabupaten Solok Selatan di tahun lalu, dan sepertinya bagus untuk diterapkan sebagai oleh - oleh, selaku tuan rumah," ujar Hazrita.

Menyoal persiapan ke arah tadi, jelasnya, Pemkab kian mengintensifkan kerjasama dengan sejumlah peternak itik di beberapa sentra peternak di daerah tersebut. "Yang jelas, kita (Pemkab Pessel) akan mengemas telur asin mentah ini dengan media (tempat) yang menarik, dan layak dijadikan souvenir," beber Hazrita.

Di event sama tahun lalu, berlokasi di Padang Aro Kabupaten Solok Selatan, Pessel berhasil menyabet 10 penghargaan.

Penghargaan terdiri dari Bupati Pembina Terbaik Siwab Ubsus 2017, Juara 1 Sapi PO betina, Juara 3 Kerbau betina, Juara harapan 1 Kerbau jantan, Juara harapan 3 Anak sapi Simmental jantan, Juara harapan 3 sapi Bali betina, Juara 1 petugas Medis, Juara 1 petugas Paramedis, Juara 1 petugas Inseminator, Juara harapan 1 Kelompok Ternak Setoja Inunang Kecamatan Batang Kapas.

"Oleh karena itu selaku rumah di tahun ini, kita (Pemkab Pessel) menargetkan peningkatkan prestasi dari tahun lalu," kata Hazrita.

Produksi Telur Itik di Pessel mencapai 13,5 juta butir per tahun. Jumlah tersebut berdasarkan data BPS tahun 2017 (dirangkum dari data pihak Dinas Peternakan 2016), yang mencatatkan angka produksi 845.734 kilogram.

Kalau diilustrasikan berdasarkan hitungan berat 1 kilogram sebanyak 16 butir, total jumlah diperoleh 13.531.744 butir telur. Angka produksi ini juga terlihat naik dari tahun sebelumnya (2015), yang hanya 674.520 kilogram atau setara 10.792.320 butir. Kenaikannya cukup signifikan (2015 - 2016), yakni 171.214 kilogram/setara 2.739.424 butir.

Di sisi populasi, jumlah ternak unggas jenis itik ini juga terlihat meningkat. Dari 147.921 ekor di 2015, bertambah menjadi 154.050 ekor di tahun 2016, alias terjadi penambahan sebanyak 6.129 ekor. Di tahun 2016, populasi itik terbanyak terdapat di Kecamatan Lengayang dengan jumlah 48.854 ekor (produksi telur 268.208 kg/setara 4.291.328 butir).

Selain itu, di Kecamatan Bayang 37.400 ekor (produksi telur 205.326 kg/setara 3.285.216 butir), dan Kecamatan Batang Kapas 20.501 ekor (produksi 112.550 kg/setara 1.800.800 butir). (rel)

0 komentar:

Post a Comment

SEMSI

SEMSI

Galeri Iklan

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER

Google+ Badge