13 December 2017

Pelajar di Pessel Penyumbang Angka Lakalantas Tertinggi, Peran Ortu Kembali Diingatkan

Ilustrasi

PESSEL, (GemaMedianet.com) — Kalangan remaja atau pelajar masih mendominasi penyumbang angka kecelakaan lalulintas. Kondisi itu juga dialami oleh Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Dari 227 kasus lakalantas selama tahun 2017, sebanyak 111 kasus pelakunya berasal dari kalangan pelajar.

Karena merupakan penyumbang angka tertinggi berasal dari kalangan remaja yang notabenenya merupakan pelajar, sehingga para orangtua diminta untuk memperketat pengawasan kepada remajanya, serta melakukan pelarangan untuk tidak menggunakan kendaraan bagi yang belum cukup umur.

Kepala Satuan Lalu lintas (Kasat Lantas) Polres Pessel, Iptu Ghanda Novidiningrat mengatakan, bahwa untuk mengurangi angka kecelakaan di jalan raya, memang sangat dibutuhkan peran orangtua. Sebab yang menjadi penyumbang tertinggi dari kasus itu adalah kalangan remaja atau pelajar.

"Dari 227 kasus Laka Lantas sejak awal Januari 2017 hingga sekarang, sebanyak 111 kasus merupakan dari kalangan pelajar. Ini bila tidak disikapi akan masih terus berlangsung nantinya di daerah ini," katanya seperti dilansir pesisirselatan.go.id , Senin (11/12/2017) di Painan.

Disampaikanya bahwa dari 111 kasus Lakalantas dengan pelaku pelajar itu, yang menjadi korban berasal dari kalangan pelajar tercatat pula sebanyak 141 orang. "Dari 141 yang menjadi korban itu, sebanyak 3 orang diantaranya meninggal dunia, 5 orang luka berat, dan 133 orang luka ringan," jelasnya. 

Ditambahkanya, bahwa tingginya pelaku laka lantas dari kalangan pelajar itu, memang akibat dari bebasnya para pelajar berkendara, terutama menggunakan kendaraan roda dua.

Bahkan sebagian besar pengendara tidak mamatuhi aturan berkendaraan, serta juga berkendara dengan kecepatan tinggi, belum mengantongi Surat Izin Mengemudi (SIM), tidak memakai helm, berboncengan lebih dari satu orang, mengendarai kendaraan tidak laik jalan, dan lain sebagainya.

"Mengendarai kendaraan roda dua yang tidak layak jalan, merupakan salah satu trendi di lingkungan pelajar. Seperti halnya mengendarai sepeda motor dengan tidak memiliki lampu atau tidak menyalakan lampu pada malam hari," katanya.

Terkait kondisi itu, Polres Pessel akan terus menggalakkan razia di lingkungan pelajar. Upaya itu bertujuan agar angka kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh kalangan pelajar bisa diminimalkan. "Walau ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan aparat dalam meminimalisir angka kecelakaan, namun peran orangtua dan masyarakat akan lebih efektif dalam hal ini," ujarnya mengingatkan. 

Dikatakan lagi, bahwa upaya lain yang juga dilakukan untuk meningkatkan kesadaran pelajar untuk tidak ugal-ugalan adalah dengan mengiatkan sosialisasi ke sekolah-sekolah dan memberikan pemahaman kepada pelajar agar bisa mematuhi aturan lalu lintas. (don/rel)

0 komentar:

Post a Comment

SEMSI

SEMSI

Galeri Iklan

TwitterFacebookGoogle PlusInstagramRSS FeedEmail

Statistic Views

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER

Google+ Badge