Saturday, October 7, 2017

Wagub Sumbar Canangkan Gerakan Tanam Perdana Serempak Kedele 2017



SOLSEL, (GemaMedianet.com) — Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Nasrul Abit mencanangkan Gerakan Tanam Perdana Serempak Kedele Tahun 2017,  yang dipusatkan di Jorong Sungai Sanda Nagari Lubuak Gadang Timur, Kecamatan Sangir Kabupaten Solok Selatan, Jum'at (6/10/2017).

Pencanangan itu dalam rangka pelaksanaan program luas tambah tanam (LTT), Padi, Jagung Kedele (Pajale) di Provinsi Sumbar itu turut dihadiri Anggota DPR RI, Dr. Hermanto, Wakil Bupati Solsel, Abdul Rahman, utusan Kementrian Pertanian, Danrem 032 Wirabraja, Kadis Pertanian Sumbar, Kadis Pertanian, penyuluh pertanian, Ketua Gapoktan se Solsel, dan Kelompok Tani Kuti Anyia Saiyo.

Wagub Nasrul Abit dalam kesempatan itu menyampaikan, tanaman Kedele bagi masyarakat Petani Sumbar kurang menarik. Selain kondisi lahan, tanaman Kedele memerlukan air yang cukup selama pertumbuhan, kelebihan dan kekeringan tanaman Kedele tidak dapat tumbuh dengan baik. "Karena itu rata rata produksi hasil Kedelai Sumbar masih rendah, berkisar 1,15 - 1,32 ton/ha, dengan luas tananam berfluktuasi sangat signifikan sekitar 296 Ha dengan produksi 1,19 ton/Ha yang dibandingkan luar negeri 2,3 -3 ton/ha," ungkapnya.

Ia menyebutkan, tahun ini sejalan dengan percepatan swasembada tanaman Kedele, Indonesia menargetkan tananam Kedele Sumatera Barat 15.000 Ha, seperti yang dicanangkan hari ini.

Untuk itu wagub mengingatkan dinas dan pihak terkait, agar menyiapkan sarana dan prasarana pemasaran yang jelas, sehingga hasil produktif Kedele masyarakat Sumbar dapat menjadi tambahan penghasilan yang menguntungkan, selain Padi dan Jagung. "Jangan nanti setelah panen besar Kedele terjadi masalah bagi petani Kedele. Kasihan kita, capek-capek kerja tidak membawa keuntungan," seru Nasrul Abit.

Wagub Nasrul Abit juga mengatakan, kondisi saat kebutuhan Kedele bagi masyarakat sangat tinggi dari produksi, 241,05 ton perbulan atau 2.892,6 ton per tahun. Dan untuk menutupi kebutuhan, Kedele Sumbar didatangkan dari Jambi, Riau dan Medan. Hal itu semata-mata untuk kebutuhan industri pengolahan Kedele Sumbar yang ada 18 perusahaan tahu dan tempe.

Produksi Kedele Sumbar tidak stabil dari tahun ke tahun, cenderung menurun sejak tahun 1996 -2006. Sebagai contoh, tahun 1996 produksi kedele Sumbar 13.408 ton, dan tahun 2006 hanya sebanyak 1.438 ton.

Produksi Kedele pernah tertinggi tahun 2000 sebesar 12.686 ton. Hal itu terjadi karena pada tahun sebelumnya pemerintah mencanangkan program aksi "Gema Palagung", yang bertujuan menanggulangi krisis pangan akibat kekeringan, serangan hama dan penyakit, serta menurunnya produktifitas tanaman.

Berdasarkan instruksi dari Kementrian Pertanian guna mewujudkan swasembada Kedele dengan kerjasama TNI-AD, sekaligus melepaskan diri dari ketergantungan import dan luar negeri, melalui program Perluasan Tanam (LTT) Provinsi Sumatera Barat tahun 2017 seluas tanam 15.000/Ha tersebar pada 10 kabupaten di Sumatera Barat, yang diperkirakan dapat menghasilkan 18.000 ton kedelai.

“Kesepuluh daerah itu, yakni Kabupaten Pasaman, Padang Pariaman, Pasaman Barat, Limapuluh Kota, Agam, Tanah Datar, Sijunjung, Dharmasraya, Solok Selatan dan Pesisir Selatan,” terangnya. 

Berkah Bagi Masyarakat Jorong Sungai Sundra 

Wakil Bupati Solsel, Abdul Rahman dalam kesempatan yang sama menyampaikan, dari 10 kabupaten yang ikut program tambah tanam Kedele, di Jorong Sungai Sundra merupakan yang terbesar seluas 600 Ha, dari target 2.500 Ha di Solok Selatan sudah dapat terealisasi 1.540 Ha.


“Program ini berkah bagi masyarakat Jorong Sungai Sundra, yang juga telah sukses dengan program Jagung. Dan Tahun ini Solok Selatan juga mencetak sawah baru 92 Ha, dengan hasil produksi panen lebih besar,” tukas Abdul Rahman. (fys)

0 comments:

Post a Comment

SEMSI

SEMSI

Galeri Iklan

Statistic Views

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN
** Group Media Sumbar **

Eksklusif

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER

Google+ Badge