07 October 2017

RSUD Solsel Matangkan Persiapan Penilaian Akreditasi


SOLSEL, (GemaMedianet.com) — Rumah Sakit Umum Daerah Solok Selatan (RSUD Solsel) menggelar expo akreditasi dalam rangka menghadapi penilaian akreditasi khusus Rumah sakit (Rumkit) di aula RSUD setempat baru-baru ini.

Penilaian akreditasi dilaksanakan pada pekan kedua Desember 2017 oleh tim pusat. Selain itu, juga dilakukan penandatanganan pakta integritas terkait kesiapan penilaian akreditasi tersebut oleh Kepala Dinas Kesehatan Solsel, Novirman, Direktur RSUD Solsel, Medri Idaman dan para dokter serta pejabat lingkup Rumkit itu.

Kepala Dinas Kesehatan Solsel, Novirman menyatakan akreditasi sudah berproses sejak 2010 namun masih status bersyarat hingga 2017. "Kegiatan ini bersumber dari dana alokasi khusus dan APBD Solsel. Akreditasi berguna untuk meningkatkan standar pelayanan Rumkit terhadap pasien dengan standar penilaian empat kelompok kerja (Pokja) dengan target harus lulus pada Desember nanti," katanya.

Untuk itu, imbuhnya, semangat akreditasi tersebut harus dilakukan seluruh jajaran mulai dari pimpinan RSUD hingga penjaga kantin dan petugas parkir untuk meningkatkan standar pelayanan bagi masyarakat.  "Petugas harus paham akan hak dan kewajiban yang harus dijalankan baik untuk pasien, pengunjung dan petugas sendiri. Setidaknya ada sekitar 550 orang yang terlibat dalam proses akreditasi ini. Pegawai PNS sampai honorer," lanjutnya.

Untuk mendapatkan sertifikat akreditasi katanya, adalah dengan melakukan pembenahan administrasi, fasilitas, standar dan prosedur pelayanan serta kompetensi tenaga kesehatan di RSUD Solsel. "Semoga pelayanan RSUD kian waktu dapat membaik. Kami diberi waktu dua bulan untuk pembenahan. Setelah itu tim akreditasi dari Jakarta akan turun untuk melakukan penilaian. Jika memenuhi persyaratan dari 4 pokja saja, maka kita akan dinyatakan terakreditasi," tukuknya.

Direktur RSUD Solsel, Medri Idaman mengatakan empat Pokja yang akan dinilai pada akreditasi diantaranya, Pokja Pengendalian dan Pencegahan Infeksi(PPI), Hak Pasien dan Keluarga (HPK), Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) dan Pokja Kualifikasi dan Pendidikan Staf (KPS). "Sejauh ini terkait persiapan penilaian telah dipenuhi dan target harus lulus sehingga perlu semangat akreditasi," ujarnya.

Menurutnya persiapan yang dilakukan adalah bimbingan teknis (bimtek) dari rumah sakit yang telah terakreditasi. Kemudian, pembenahan pelayanan dan administrasi yang melibatkan tim pokja, panitia serta standar pelayanan lainnya. “Akreditasi bertujuan pada peningkatan pelayanan dan keselamatan pasien yang terjamin. Kita sudah memenuhi 4 pokja dari 15 pokja yang akan dinilai agar bisa mendapatkan akreditasi tersebut," kata Medri Idaman.

Ia menambahkan, di Indonesia ada sekitar 500 lebih RSU milik pemerintah dan dari jumlah itu baru sebagian yang sudah mengantongi akreditasi versi 2012. “Kita kini berusaha untuk mendapatkan akreditasi tersebut sesuai misi memberikan pelayanan kesehatan yang profesional, sebab kesembuhan pasien merupakan kebanggaan," tukas Medri mengakhiri. (Rel/Fys)

0 comments:

Post a Comment

SEMSI

SEMSI

Galeri Iklan

Statistic Views

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN
** Group Media Sumbar **

FACEBOOK - TWEETER

Google+ Badge