Saturday, September 30, 2017

WALHI Sumbar : Cemari Laut, CPO Mengandung BOD Sangat Berbahaya



PADANG, (GemaMedianet.com) — Direktur WALHI Sumbar, Uslaini dalam press releasenya menyebutkan, bahwa tumpahan minyak sawit ini membahayakan karena CPO mengandung BOD (Biological Oxigen Demand) yang tinggi dan tentu sangat berbahaya bagi biota laut. Apalagi, kawasan Teluk Bayur dan perairan sekitarnya merupakan kawasan yang kaya akan ikan Pelagis, yaitu jenis ikan yang hidup di perairan dangkal dengan kedalaman 0 - 200 meter.

"Keberadaan minyak kelapa sawit ini tentu akan mempengaruhi jenis ikan ini yang dapat menyebabkan ikan ini keracunan dan mati," tukasnya, kemarin.

Uslaini mengatakan, molekul minyak sawit juga akan menghalangi cahaya matahari dan oksigen masuk ke laut. Hal ini akan berpengaruh bagi terumbu karang dan biota bawah laut lainnya. "Terhalangnya cahaya matahari dan oksigen tentu akan mempengaruhi proses fotosintesis dan respirasi biota laut dan dalam jangka panjang akan memicu terjadinya coral bleaching dan kematian biota laut," terangnya.

Keberadaan minyak sawit ini menurut Uslaini, juga akan mempengaruhi jenis mamalia laut dan kura-kura. Di mana kawasan perairan sekitar Teluk Bayur juga merupakan habitat kura-kura. Minyak sawit akan masuk ke dalam paru-paru mamalia dan reptil laut sehingga menyebabkan keracunan dan mati.

"Bioplankton dan mikroorganisme laut yang ada di permukaan akan langsung mati dan ini akan berpengaruh terhadap ikan-ikan yang ada di sekitar perairan ini dan tentunya akan menganggu rantai makanan bagi ekosistem di sana," jelasnya.

Lebih jauh Uslaini mengatakan, cemaran minyak sawit juga akan mempengaruhi jenis burung yang selama ini mencari ikan sebagai sumber makanan mereka di kawasan ini. Mereka akan memakan ikan yang sudah keracunan atau tercemar minyak sawit sehingga burung camar atau bangau akan ikut teracuni.

"Cemaran minyak kelapa sawit ini berpotensi melebar karena berada di permukaan sehingga mudah dibawa arus laut apalagi kondisi cuaca di Kota Padang saat ini hujan dan berangin kencang. Hal ini tentu akan mempengaruhi kerja tim dalam membersihkan tumpahan minyak sawit ini," katanya.

Uslaini mengatakan, terkait dengan kelalaian perusahaan dalam mengelola usahanya sehingga menimbulkan pencemaran, pemerintah provinsi perlu bertindak tegas untuk mengevaluasi izin lingkungan yang dimiliki oleh perusahaan. Perlu segera dilakukan review terhadap dokumen lingkungan perusahaan khususnya dalam hal pencegahan dan pengendalian dampak lingkungan dari usaha perusahaan. 

Seperti diketahui, saat ini, sekitar lebih kurang 3000 ton minyak sawit tumpah di sepanjang Pantai Teluk Bayur. Kejadian bermula ketika pipa dari terminal minyak ke tangki timbun bocor akibat tekanan tinggi. Sehingga tangki pecah dan mengakibatkan minyak CPO tumpah ke laut. Berdasarkan informasi yang diperoleh, kebocoran tersebut diduga karena kurang safetynya prosedur kerja di PT Wira Inno Mas (WIM). (Charlie/Hms)

0 comments:

Post a Comment

SEMSI

SEMSI

Galeri Iklan

Statistic Views

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN
** Group Media Sumbar **

Eksklusif

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER

Google+ Badge