26 July 2017

Asdep Wisata Petualang Kemenpar Ekpos Potensi Wisata Solok Selatan


SOLSEL, (GemaMedianet.com) – Dukungan pemerintah daerah dalam bentuk aturan pada suatu objek wisata akan memperkuat pariwisata. Seperti aturan tentang dilarangnya membuang sampah di sepanjang jalur pendakian gunung. Hal itu tentu akan sangat membantu upaya pemerintah untuk mencapai target 20 juta wisatawan mancanegara di tahun 2019 mendatang.

Penegasan itu disampaikan Asisten Deputi Bidang Wisata Petualangan Kementerian Pariwisata (Asdep Wisata Petualang Kemenpar), Amalia Yunita dalam ekspos potensi wisata Solok Selatan di ruangan kerja Bupati, Selasa (25/7/2017).

Kedatangan Asdep Wisata Petualang Kemenpar mengunjungi Solok Selatan (Solsel) juga serangkaian dengan upaya Tim Geopark guna meneliti Goa Batu Kapal di daerah pemekaran tersebut

Begitu juga untuk kawasan Saribu Rumah Gadang di Kenagarian Muara Labuh Kecamatan Sungai Pagu, keasliannya harus dipertahankan.  “Wisatawan ke sana tidak akan melihat Rumah Gadang yang dibuat dari semen, namun yang dicari wisatawan adalah Rumah Gadang yang benar-benar asli dan terbuat dari kayu,” harapnya.

Disamping itu, sebutnya lagi, juga ada daya tarik lain bagi wisatawan, seperti permainan tradisional, tarian-tarian tradisional.

Amalia Yunita menyebutkan, tidak terlalu masalah apabila jarak yang ditempuh wisatawan ke Solok Selatan mencapai 4 jam perjalanan dari pusat ibukota provinsi. Bahkan, menurutnya, hal itu akan lebih bagus karena wisatawan bisa menikmati beberapa objek wisata lainnya sebelum mencapai Solok Selatan. “Misalnya, wisatawan dapat menikmati dulu kebun teh di Alahan Panjang, lalu Danau Di atas, sehingga tidak terasa terlalu lama untuk mencapai Solok Selatan,” ungkapnya.

Sementara Bupati Solok Selatan H. Muzni Zakaria mengatakan, bahwa pemerintah daerah mendukung sepenuhnya untuk mewujudkan objek-objek wisata yang bagus di Solok Selatan. “Tentu, salah satunya dari segi anggaran,” tuturnya.

Bupati menekankan, pemerintah daerah akan memfokuskan pengembangan Kawasan Wisata Saribu Rumah Gadang dan Goa Batu Kapal sebagai destinasi unggulan.
                                                                                                                       
Jadikan Geopark Satu Kesatuan Dengan Potensi Wisata

Ketua Asosiasi Goa Wisata Indonesia, Cahyo Alkantana menyebutkan, yang terpenting dalam Geopark adalah bagaimana mengemas menjadikannya satu kesatuan yang sangat bagus dan manarik. Dalam upaya mengembangan Geopark harus mempunyai nama yang kuat, sehingga wisatawan tertarik datang ke Solok Selatan. Ia mencontohkan, Kota Bandung yang mempunyai sebutan “Bandung diciptakan ketika tuhan tersenyum”

Masih menurut Cahyo Alkantana, Solok Selatan brand-nya Gunung Kerinci yang merupakan gunung api tertinggi di Asia Tenggara. Ini magnet yang sangat kuat sekali di sini,” ungkapnya. 

Ia juga menyampaikan, Geopark merupakan satu kesatuan yang menghimpung seluruh potensi wisata di suatu daerah, di Solok Selatan ini ada Gunung Kerinci, Goa, Arung Jeram, Rumah Gadang, serta tarian tradisional.

Cahyo berharap, nantinya ada zonasi khusus dalam suatu goa. Artinya, ada wilayah tertentu yang tidak bisa diakses oleh sembarangan orang, “Untuk itu harus ada pembagian wilayah dalam goa, ada yang untuk umum, adventure dan profesional,” pungkasnya. (okt/hms)

0 comments:

Post a Comment

SEMSI

SEMSI

Galeri Iklan

Statistic Views

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN
** Group Media Sumbar **

FACEBOOK - TWEETER

Google+ Badge