Minggu, 21 Mei 2017

Padang Sinergikan Pasar Tradisional dengan Pasar Modern

PADANG, (GemaMedianet.com) –  Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) perlu dibina dengan baik. Salah satunya dengan mensinergikan antara pasar tradisional dengan pasar modern.   

"Kita perlu mensinergikan keduanya, sehingga kehadiran pasar modern tidak menjadi sebuah ancaman bagi pedagang kecil terutama pedagang di pasar tradisional, tetapi justeru sebaliknya, akan menjadi salah satu pilar untuk pembinaan UMKM yang lebih maju," ungkap Walikota Padang H. Mahyeldi, kemarin. 

Walikota menyebutkan, Pemerintah Kota Padang akan terus menumbuhkan hubungan simbiosis mutualisme antara pasar modern dan pasar tradisional. Sehingga terjalin hubungan yang saling menguntungkan. "Kemitraan kedua pasar itu diharapkan meliputi kerjasama di bidang pemasaran hasil UMKM, penyediaan lokasi usaha, serta penyediaan pasokan," terang Mahyeldi. 

Diakui walikota, selama ini sinergi pasar modern dengan pasar tradisional telah memberi dampak positif bagi Kota Padang. Pertumbuhan ekonomi di Padang menunjukkan trend positif. "Pada tahun 2014, pertumbuhan ekonomi sebesar 6,57 persen. Sedangkan di tahun 2015 sebesar 6,35 persen. Inflasi juga stabil, sehingga kita termasuk salah satu kota yang berhasil mengendalikan inflasi," sebut Walikota Padang. 

Pemko Padang terus bertekad meningkatkan peran strategis pasar modern dan menjaga keseimbangannya dengan pasar tradisional. Karena keduanya merupakan sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat, penyedia kebutuhan pokok dan kebutuhan sehari-hari. "Termasuk pusat informasi pasar, maupun sarana pengendali monitoring harga sembilan bahan pokok dan bahan pangan lainnya," jelas Mahyeldi. 

Dalam pembinaan UMKM dan peningkatan perekonomian masyarakat, Mahyeldi menyebut, banyak hal yang perlu disinergikan antara pasar modern dengan pasar tradisional. Antara lain, Pemko Padang kini tengah menyiapkan pusat perdagangan yang menempatkan produk-produk unggulan Sumatera Barat di Pasar Raya Blok III. 

"Serta ke depan kita akan memogramkan satu kelurahan satu komoditi, atau One Kelurahan One Comodity (OK-OC)," tegasnya. (Charlie)

0 komentar:

Posting Komentar

SEMSI

SEMSI

Galeri Iklan

Statistic Views

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER

Google+ Badge

** Group Media Sumbar **