08 April 2017

Rusia dan Iran “Kutuk” Serangan Tidak Sah AS ke Suriah


MOSKWA, (GemaMedianet.com) — Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan serangan misil Amerika Serikat (AS) di Suriah telah melanggar hukum internasional. Ia menyatakan, tindakan AS adalah bentuk penyerangan terhadap satu negara berdaulat. Rusia memperingatkan serangan misil AS akan menimbulkan konsekuensi serius. 

Seperti dikatakan Juru Bicara Putin, Dmitry Peskov, pada Jumat (7/4/2017), juga menegaskan bahwa militer Suriah tidak memiliki logistik senjata kimia. Hal itu telah dikonfirmasi dan disahkan oleh Organisasi Pelarangan Senjata Kimia, unit khusus Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Menurut Peskov, Putin menilai serangan misil AS pada Suriah merupakan upaya untuk mengalihkan perhatian dari korban sipil di Irak. “Langkah ini secara signifikan merusak hubungan AS-Rusia, yang telah berada dalam keadaan buruk,” kata Peskov.

Pada Jumat pagi, AS meluncurkan 59 misil Tomahawk pada pangkalan militer Suriah yang disebut Washington telah digunakan untuk melakukan serangan senjata kimia pada pemberontak di provinsi Idlib. Serangan misil yang dikecam Rusia dan Iran ini memicu perdebatan. 

“Kami sangat mengutuk tindakan tidak sah AS. Konsekuensi dari tindakan ini bagi stabilitas regional dan internasional akan sangat serius,” tambah Wakil Duta Besar PBB untuk Rusia, Vladimir Safronkov saat berbicara pada rapat Dewan Keamanan PBB pada Jumat (7/4). 

Sementara para pengkritik mempertanyakan apakah aksi tersebut sama dengan deklarasi perang dan mencetuskan, bahwa Trump seharusnya lebih dulu meminta persetujuan Kongres.

"Presiden melancarkan aksi militer terhadap Suriah tanpa voting Kongres? Ini inkonstitusional," demikian cuitan Senator Partai Demokrat Tim Kaine di Twitter. (bbc/detik)

0 comments:

Post a Comment

SEMSI

SEMSI

Galeri Iklan

Statistic Views

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN
** Group Media Sumbar **

FACEBOOK - TWEETER

Google+ Badge