Friday, April 7, 2017

Peserta Diklat PIM II LAN Aceh Terkagum-kagum Dengan SolokSelatan

SOLSEL, (GemaMedianet.com) – Peserta Diklat PIM II LAN Aceh menyampaikan apresiasi dan kekagumannya terhadap nagari-nagari yang mereka kunjungi sebagai hasil benchmarking (BM), orientasi lapangannya di hadapan Bupati Solok Selatan, H.Muzni Zakaria, Kamis (6/4/2017).

Rombongan Peserta Diklat PIM II LAN Aceh berjumlah 19 orang itu terdiri dari 4 orang widyaswara dan 15 orang peserta diklat angkatan 43.

Ketua Rombongan dari LAN Aceh, Arfah di ruang kerja Bupati Solsel menyampaikan, selama 3 hari mengunjungi Nagari Bomas Koto Baru dan Nagari Sako Pasia Talang, didapati jalanan dan lingkungan yang bersih, serta kedisiplinan aparatur yang ada di nagari-nagari tersebut.

Menurut Arfah, dipilihnya kedua nagari tersebut bukan tanpa sebab, tetapi karena berdasarkan data yang didapatkan di Kementerian Desa PDT, bahwa daerah tersebut adalah daerah tertinggal. Namun, ternyata berbeda dengan realita di lapangan

"Sebaliknya, malahan banyak hal yang bisa kami pelajari dari nagari yang kami kunjungi untuk dibawa peserta ke daerah masing-masing. Tidak terlihat sama sekali, jika nagari tersebut dikategorikan sebagai nagari tertinggal," ungkapnya dengan penuh heran.

Sementara Asisten Pemerintahan dan Kekhususan Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Iskandar A Gani yang sekaligus sebagai ketua kelas dalam rombongan tersebut memaparkan berbagai identifikasi yang didapatkan, khususnya di Nagari Bomas Koto Baru. Diantaranya perlunya pembangunan jembatan penghubung antara Jorong Bangko dengan Jorong Mato Aia yang sekarang terbengkalai. Disamping itu perlunya pengelolaan dan promosi kesenian anak nagari serta peningkatan potensi perekonomian masyarakat melalui pemberdayaan perempuan

"Kita juga kagum akan keramahan penduduk serta apresiasi terhadap seni budaya di nagari yang kami kunjungi, khususnya seni randai yang ditampilkan oleh anak-anak yang ternyata banyak masih belia," pujinya

Untuk Nagari Sako Pasia Talang, salah seorang peserta menyampaikan tentang pemanfaatan sumber daya air yang belum maksimal untuk usaha ekonomi masyarakat, seperti perikanan air tawar, air minum isi ulang, dan lainnya. Termasuk perlunya pembinaan keterampilan masyarakat untuk ekonomi kreatif, makanan ringan, kerajinan tangan, dan lainnya.

Dalam pertemuan yang turut dihadiri Ketua DPRD, Sidik Ilyas, Kejari Padang Aro M.Rochmadi, beberapa anggota DPRD, dan sejumlah OPD, bupati menyampaikan apresiasinya terhadap kunjungan peserta Diklat PIM II ke Solok Selatan, dan langsung menginstruksikan kepada OPD terkait untuk menindakkanjutinya. 

"Khusus jembatan, kita akan buatkan Design Engineering Detail (DED)-nya untuk bersama-sama pihak LAN diusulkan pembangunannya melalui APBN, karena anggarannya yang besar," terangnya.

Peserta Diklat PIM II sendiri berasal dari berbagai kalangan, bukan hanya berasal dari eselon 2 di pemerintahan propinsi dan daerah, juga ada eselon 2 di kementrian, dan perwira menengah Polri. Orientasi lapangan merupakan salah satu tahapan yang harus dilalui peserta, untuk mendapatkan hal-hal positif yang terjadi di daerah yang mereka kunjungi. 

Setelah acara berlangsung, tak lupa bupati memberikan oleh-oleh khusus kepada salah seorang mewakili peserta diklat berupa Cincin Lumut Kandih, asli Solok Selatan, yang ternyata juga dikenal hingga ke Propinsi Aceh. (okt)

0 comments:

Post a Comment

SEMSI

SEMSI

Galeri Iklan

Statistic Views

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN
** Group Media Sumbar **

Eksklusif

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER

Google+ Badge