Friday, April 7, 2017

Buka Musrenbang Kabupaten, Bupati Optimis Solsel Keluar Dari Status Daerah Tertinggal



SOLSEL, (GemaMedianet.com) – Bupati H.Muzni Zakaria optimis Kabupaten Solok Selatan (Solsel), Sumatera Barat segera keluar dari status daerah tertinggal dalam waktu yang tidak lama lagi, menyusul kucuran Alokasi Dana Desa (ADD) dari APBD dan Dana Desa (DD) dari APBN.

Anggaran yang cukup besar mencapai Rp.51,03 Miliar dialokasikan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan untuk kegiatan di seluruh nagari yang ada melalui Alokasi Dana Desa (ADD), dan Rp.35,4 Miliar untuk Dana Desa (DD) dari APBN.

“Inshaa Allah, tidak harus menunggu tahun 2019, sesuai dengan hasil konsultasi dengan BPS, kita optimis Solok Selatan keluar dari status daerah tertinggal," kata Bupati H.Muzni Zakaria saat membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kabupaten Solok Selatan di aula kantor bupati setempat, Kamis (6/4/2017).

Bupati juga singgung adanya kenaikan total alokasi anggaran desa/nagari setiap tahunnya dari pemerintah pusat. “Tahun ini saja mencapai lebih kurang 60 Triliun,” ungkapnya. 

Musrenbang dilakukan untuk menentukan skala prioritas yang nantinya tentu disesuaikan dengan ketersediaan anggaran, pokok pokok pikiran DPRD, kesesuaian visi misi. "Pembangunan infrastruktur, termasuk infrastruktur yang mengarah kepada kepariwisataan, tetap akan menjadi fokus kita bersama," sebut bupati.

Ia juga menegaskan, bahwa sekurang kurangnya sebesar 100 jt dari alokasi dana nagari harus dialokasikan untuk kegiatan kepemudaan termasuk olahraga, dan minimal 200 juta dana nagari harus dialokasikan untuk embung, bagi nagari yang membutuhkan. 

Bupati tak lupa mengingatkan, bahwa membangun tidak hanya fisik, tetapi juga aspek spritualitas manusianya. Sekaitan itu ia menghimbau Camat dan Wali Nagari juga ikut melakukan usaha-usaha untuk meramaikan mesjid di lingkungannya. Termasuk edaran untuk para ASN yang sebentar lagi diedarkan agar senantiasa memakmurkan mesjid di tempat tinggalnya masing-masing.

Di kesempatan itu bupati juga menyampaikan rencana pembangunan Mesjid Agung Solok Selatan di Kecamatan Sangir, tepatnya di Sungai Lambai. 

Ketua DPRD Solok Selatan Sidik Ilyas di kesempatan yang sama menyampaikan, bahwa pokok-pokok fikiran DPRD telah diparipurnakan dan diserahkan kepada Bupati dan Wakil Bupati.

“Akhir november tahun ini, kami bersama-sama eksekutif di bawah pimpinan bupati optimis pembahasan APBD selesai, jika proses pembahasan dijalankan dan sesuai kesepakatan bersama, termasuk diakomodirnya pokok pokok fikiran DPRD,” ujarnya. 

Sementara Anggota DPRD Sumbar, Irwan Apriadi menyampaikan dukungannya atas upaya Pemkab Solsel dan penggiat pariwisata untuk membuka jalur pendakian Gunung Kerinci melewati jalur Solok Selatan, karena diyakini memiliki sejuta pesona yang berdampak pada kepariwisataan.

“Sebagai wakil rakyat tentu kami sangat mendukung upaya ke arah itu, dan ditandai dengan adanya proposal jalur baru pendakian Gunung Kerinci tersebut untuk selanjutnya dilakukan pembahasannya di legislatif,” katanya.

Selain itu ia juga mengingatkan, pentingnya fokus titik utama pengembangan pariwisata Solok Selatan. “Misalnya pengembangan kawasan Saribu Rumah Gadang, Rumah Gadang Panjang di Abai, Wisata Sejarah PDRI, dan sebagainya,” ulas anggota Komisi II DPRD Sumbar ini.

Sedangkan Plt. Kepala.Bappeda, Erniati menyebutkan, tujuan Musrenbang Kabupaten adalah menetapkan usulan prioritas untuk diusulkan menjadi kegiatan yang akan dibiayai kabupaten, propinsi, dan nasional

Turut hadir FORKOPIMDA, diantaranya Kajati Solsel dan Pabung Dandim 0309 Solok, Anggota DPRD Solsel, Solikhin, Werhanudin, Dede Pasarela, Abu Syuib, David Taster, Reymon. (okt/em/rel)

0 comments:

Post a Comment

SEMSI

SEMSI

Galeri Iklan

Statistic Views

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN
** Group Media Sumbar **

Eksklusif

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER

Google+ Badge