Minggu, 05 Maret 2017

Pendapatan per Kapita Solsel Rp26,44 juta, Tertinggi Sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan


SOLSEL, (GemaMedianet.com) – Data Badan Pusat Statistik (BPS) Solok Selatan (Solsel) laju pertumbuhan ekonomi daerah itu pada 2015 mengalami perlambatan dibanding empat tahun sebelumnya. Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 2015 hanya 5,35 persen dibandingkan 2014 mencapai 5,90 persen.

"Jika dibandingkan sejak 2011 maka pada 2015 laju pertumbuhan ekonomi terendah," kata Kepala BPS Solsel, Mukhdam baru-baru ini.

Menariknya, PDRB per kapita Solsel sejak 2011-2015 selalu mengalami peningkatan tiap tahunnya. Peningkatan signifikan terjadi pada 2015 yaitu sebesar Rp26,44 juta/kapita. Apabila dibandingkan 2014 hanya Rp24,79 juta/kapita. Pada 2011 hanya Rp18,76 juta/kapita. "Kendati laju pertumbuhan ekonomi turun tapi berdasarkan jenis lapangan usaha, nilai PDRB perkapita paling tinggi adalah usaha pertanian, kehutanan dan perikanan yaitu Rp9,01 juta/tahun," tambahnya.

Kemudian disusul lapangan usaha transportasi dan pergudangan sebesar Rp4,69 juta/tahun. "Sedangkan usaha konstruksi sebesar Rp3,05 juta," tandasnya.

Laju pertumbuhan PDRB di 2011 sebesar 5,58 persen, pada 2012 naik sebesar 6,04 persen dan di 2013 terus merangkak naik 6,13 persen, terjadi penurunan pada 2014 diangka 5,90 persen dan tahun 2015 kembali turun keangka 5,35 persen.

Lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan yang merupakan tulang punggung perekonomian Solsel pada 2015 hanya tumbuh sebesar 3,42 persen.Dimana pada 2014 pertumbuhan sebesar 5,51 persen. "Struktur perekonomian Solsel menurut lapangan usaha didominasi usaha pertanian, kehutanan dan perikanan yang diikuti usaha perdagangan, pertambangan serta usaha konstruksi," katanya.

Namun, lapangan usaha informasi dan komunikasi merupakan sektor pertumbuhan ekonomi tertinggi yakni 10,73 persen pada 2015 yang mengalami kenaikan dibanding 2014 sebesar 8,74 persen.

Jika dilihat sektor usaha pertambangan (mining) secara akumulatif sejak sejak 2011-2015 terus mengalami peningkatan. Puncaknya di 2015 yakni sebesar 7,03 persen. Dibanding 2014 hanya 5,85 dan turun pada 2013 sebesar 5,76 persen. Di 2012 kembali turun 5,46 persen dan 2011 hanya sebesar 5,17 persen.

Terpisah, Kabid Perencanaan, Pengendalian Evaluasi dan Litbang, Bappeda Solsel, Herwin menyebutkan laju pertumbuhan menurun memang masalah. "Sampai 2014 laju pertumbuhan naik tapi kontribusi turun untuk sektor pertanian. Di 2015 tetap bertumbuh namun tidak selaju tahun sebelumnya. Penurunan bisa saja karena faktor alih fungsi lahan, bencana dan gagal panen. Sedangkan pendapatan perkapita sektor pertanian tetap berkontribusi paling tinggi," ungkapnya.

Untuk data PDRB 2016, pihaknya masih menunggu dari BPS Solsel. "Minimal bulan Agustus 2017, jika data terlambat akan mengganggu penyusunan dokumen perencanaan sebab perencanaan berawal dari data," tutupnya. (Rel)

0 komentar:

Posting Komentar

SEMSI

SEMSI

Galeri Iklan

Statistic Views

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER

Google+ Badge

** Group Media Sumbar **