Selasa, 14 Maret 2017

Menjemput Kerinduan ke Gua Batu Kapal di Ngalau Janggo Solsel


SOLSEL, (GemaMedianet.com) - Berangkat dari postingan foto-foto netizen di media sosial. Mulai postingan foto pegiat wisata lokal sampai postingan kunjungan rombongan kepala daerah (Bupati dan Wakil Bupati). Memunculkan rasa penasaran penulis hendak lakukan eksplorasi ke Gua Batu Kapal yang terletak di Simpang tiga Tahap satu, Nagari Sungai Kunyit Barat, Sangir Balai Janggo, Solok Selatan (Solsel).

Dari postingan foto itu, imajinasi melayang seakan berada di Gua nan indah itu. Bereselang tiga hari sejak kunjungan rombongan pemkab Solsel, Rabu (8/3/2017) pada Sabtu, (11/3/2017) imajinasi jadi nyata sebab, rombongan Pewarta, Komunitas Fotografer, Plt.Kabag Humas, Firdaus Firman, Kabag Umum, Richi Amran dan Kabag Organisasi, Tina berkesempatan menjemput kerinduan ke Gua Batu Kapal.


Untuk sampai di Gua Batu Kapal, dari pusat Kabupaten Solsel di Padang Aro dibutukan sekitar satu jam perjalanan menggunakan kendaraan roda empat. Atau berjarak sekitar 25 kilometer (km) dari Padang Aro. Lokasi tepatnya, dipersimpangan Lubuk Malako belok ke kanan hingga sampai di persimpangan Tahap satu (Lewat dari kantor Polsek Sangir Jujuan) berbelok ke kiri setelah menemukan tanda rambu Gua. Setidaknya memakan jarak sekitar 5 km. Menariknya, hanya dibutukan jalan kaki sekitar 100 meter dari parkiran gua. Artinya, menuju gua bisa dilewati kendaraan roda empat jenis mini bus (jenis sedan tak dianjurkan).

Alhasil, sesampainya kami di persimpangan Tahap satu, rupanya masyarakat beserta Camat, Walinagari serta tokoh masyarakat ikut mengantarkan rombongan ke lokasi gua. Kekaguman mulai terasa saat melihat Ngalau dengan warna putih menjulang kelangit. Takjub melihat rancangan memukau oleh sang kuasa, hingga bibir ini tak mampu bergumam. Serasa berada dalam dimensi hayalan. "Saya kali kedua ke sini (Gua Batu Kapal) setelah pertama dengan rombongan Bupati dan Wabup. Namun, tiada bosan untuk kembali lagi. Kerinduan saya meletup ingin berlama-lama di dalam sini," ucap Firdaus Firman yang merupakan Plt.Kabag Humas Sekdakab Solsel, berjalan pelan.

Tepat di depan mulut gua terdapat pohon besar dengan diameter sekitar 10 meter menjulang tinggi. Bagai penjaga pintu gua dengan kokoh berdiri menjulang kelangit, konon berusia ratusan tahun.

Tak sabar rasanya, penulis langsung saja masuk dalam goa. Nyayian Kelelawar diiringi suara tetesan air yang mengalir dari bebatuan stalakit, stalagmit menambah kedamaian. Gua ini memiliki beberapa ruangan dan bertingkat. Ruangan di depan mulut gua cukup luas dan jika ke kanan terdapat lagi ruangan yang memiliki beragam bentuk batuan. Ada batuan mirip burung telentang, ada pula batuan mirip tiang mercusuar. Menurut seorang warga sekitar, gua memiliki ruangan makan, kamar tidur, ruang tamu dan ruangan nakhoda berupa setir kapal.

Kemudian naik ke tingkat dua, ketemu sarana Olahraga dan lain-lainnya. Terus kelantai berikutnya ketemu kolam renang. Namun untuk sampai ke puncak memang membutuhkan perjuangan yang sangat menantang ditambah dengan gelapnya antar ruangan tersebut.

Tokoh Masyarakat Balai Janggo, Basrial menyebutkan penamaan gua dilatarbelakangi oleh bentuk sebuah kapal. "Ke depan kita akan benahi gua ini dengan kelompok masyarakat sadar wisata, sebab masih ditemukan coretan di dinding gua," katanya. (Okt)

0 komentar:

Posting Komentar

SEMSI

SEMSI

Galeri Iklan

Statistic Views

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER

Google+ Badge

** Group Media Sumbar **