Selasa, 14 Februari 2017

Wawako Emzalmi Ajak ASN Berpikir Integritas dan Kredibilitas


PADANG, (GemaMedianet.com)Pelayanan publik merupakan salah satu 10 Program Unggulan (Progul) Pemko Padang. Dalam mewujudkannya dibutuhkan aparatur yang berprilaku, pola pikir integritas dan kredibilitas. Meski demikian, integritas dan kredibitas tidak akan bisa terlaksana dengan baik kalau tidak ada pemahamannya. 

“Apa itu integritas dan kredibilitas, apa itu kecerdasan berfikir dalam penguasaan bidang tugasnya, harus professional, mengerti dengan aturan, mampu berkomunikasi baik dengan semua orang, baik. tidak diskriminatif,” ungkap Wakil Walikota Padang Ir. H.Emzalmi, MS.i pada pertemuan “Dalam Rangka Pembinaan untuk Meningkatkan Motivasi Kinerja ASN di Lingkungan Kecamatan Padang Timur” di aula kantor camat setempat, Senin (13/2/2017).

Kemudian, ada inovasi terhadap upaya memberikan kepuasan kepada masyarakat. Dan prilaku serta sikap mental, apakah "lamak dek awak katuju dek urang, tau raso jo pareso, tagang baiyo kandua badantiang, manuruik alua patuik jo mungkin, indak patuik dialua. Alua itu garis, patuik jo mungkin itu adalah pertimbangan". 

“Sepanjang semua itu telah menurut aturan, kemudian dipertimbangan kebijakan yang didasari aturan yang jelas, maka tanyalah pada hati nurani. Apakah yang dilakukan sudah sesuai dengan kata hati nurani? Kalau kata hati sudah benar, itulah yang benar,” kata Emzalmi.

Wawako mengajak untuk mentaati peraturan yang ada. Oleh karena itu jangan lagi lakukan pungli, korupsi, penyalahgunaan jabatan dan wewenang. “Jauhi peraturan yang melanggar aturan. Dan jadikan hal ini persepsi yang sama di Kecamatan Padang Timur hingga kelurahan,” harapnya. 

Ia menyebutkan, sengaja ke kecamatan–kecamatan dan Padang Timur ini guna memberikan penguatan, sehingga semua jajaran kecamatan dan kelurahan mempunyai persepsi yang sama terhadap upaya memenuhi progul yang ke 10, peningkatan pelayan publik.

“Kalau itu telah dimiliki dan telah memahami serta menjalaninya maka tinggal hanya satu lagi yang harus dilakukan, yaitu pola pikir. Konsep kepemimpinan di semua tingkat, yaitu pola pikir prinsip yang saling menguntungkan dalam artian positif,” ujarnya. 

Wawako juga menyampaikan, jika biasa bekerja dengan pola berfikir birokrasi, maka harus pula memahami cara bekerja swasta, bisnis. Sama saja dengan birokrasi, efisiensi, efektivitas dan akuntabilitas. Hanya saja penerapan yang berbeda.

“Kalau pihak swsasta, dia pasti berfikir efinsiensi, efetivitas adalah keberuntungan, dan akuntabilitas itu adalah tidak menyalahi aturan. Misalnya kalau punya anggaran terbatas, lalu bagaimana berfikir, jangan tergantung anggaran saja melakukan aktifitas. Pola berfikir birokrasi digabungkan dengan pola pikir swasta, maka itulah sesungguhnya pemimpin di Sumatera-Barat,” ungkap Emzalmi. 

Sedangkan Camat Padang Timur, Ances Kurniawan menyampaikan, untuk aparatur kecamatan dan kelurahan jangan sampai melabrak aturan yang telah ditetapkan. Apalagi di Pemko Padang telah dibentuk tim Saber Pungli. "Untuk itu layani masyarakat dengan baik, sehingga merasakan kesenangan pada saat berurusan di lingkungan Kecamatan Padang Timur," harapnya.

Menurutnya, jika ada anggaran dan biaya, lihat SOP-nya dan dasar hukumnya. "Jangan sampai melanggar aturan, sebab tata aturan itu ada. Jika gratis lalu lihat pula apa yang mendasarinya. Jika semua atuaran dipahami, maka semua ASN terhindar dari berbagai persoalan yang berkaitan dengan hukum,” katanya. (Irwan/Bustam/Faisal/Nanda)

0 komentar:

Posting Komentar

SEMSI

SEMSI

Galeri Iklan

Statistic Views

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

FACEBOOK - TWEETER

Google+ Badge

** Group Media Sumbar **