28 February 2017

Solok Selatan Masih Minim Tenaga Guru Madrasah


PADANG ARO, (GemaMedianet.com) – Jumlah tenaga guru madrasah yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) di bawah naungan Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Solok Selatan (Solsel) masih minim dibanding dengan sekolah umum baik berstatus negeri maupun swasta. 

Kepala Kementerian Agama Solok Selatan, Syahrul. M mengatakan, kebanyakan tenaga guru di madrasah mulai Madrasah Ibtidaiyah (MI) hingga Madrasah Aliyah (MA) masih berstatus tenaga honorer. 

“Hampir menyeluruh disetiap sekolah madrasah di Solok Selatan kekurangan guru ASN, sebagai solusinya kita tambah dengan guru honorer,” ungkapnya.

Ia mengatakan, sebagai contoh MAN 1 Solok Selatan yang jumlah muridnya 180 orang, hanya mempunyai 7 guru ASN dan 2 Pegawai Kantor selebihnya honorer. “Bahkan ada di MTsN Lubuk Malako hanya mempunyai 3 Guru ASN, yaitu 1 kepala sekolah dan 2 guru selebihnya tenaga honorer,” ulasnya. 

Ia menyebutkan , hal itu disebabkan oleh jatah guru untuk Solok Selatan hanya sebanyak itu. Saat ini dari 15 sekolah madrasah mulai dari ibtidaiyah sampai aliyah di Solsel hanya memiliki 158 orang guru ASN.

Namun demikian, dengan minimnya jumlah tenaga pendidik yang berstatus ASN tidak berdampak pada kualias dari proses belajar mengajar (PBM) dan prestasi-prestasi yang dicapai disekolah. “Alhamdulillah, walaupun kita kekurangan guru PNS, sekolah kita seluruhnya sudah akreditasi A,” imbuhnya. 

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Provinsi Sumatera Barat yang diwakili oleh Kasubag TU Bustari, saat menghadiri Rapat Kerja Kementerian Agama Kab. Solok Selatan yang diadakan di Hotel Pesona Alam Sangir, Selasa (28/2/2017) mengatakan, Kakanwil Provinsi Sumatera Barat menyadari bahwa banyak terjadi kekurangan tenaga pendidik untuk sekolah madrasah. Bahkan tidak hanya di Solok Selatan, namun di Kabupaten/Kota lainnya di Sumbar juga kekurangan tenaga pendidik yang berstatus ASN.

“Cuma di Kementerian Agama tidak saja satu madrasah yang kekurangan tenaga pendidik, se Sumatera Barat ada beberapa madrasah yang seperti itu,“ ungkapnya. 

Ia mengatakan, untuk dua tahun terakhir ini rekrutmen CPNS itu ditiadakan. Ia berharap, nantinya akan dibuka lagi rekrutmen CPNS pada tahun 2017 atau 2018. “Tapi informasi yang pasti dan konkrit belum kita terima,” imbuhnya.

Ia menuturkan, sebagai solusinya kementerian agama memakai tenaga honorer sebagai tenaga tambahan untuk membantu proses belajar mengajar di setiap madrasah. Sedangkan untuk gaji tenaga honorer dibayarkan melakui dana DIPA dan dana BOS di masing-masing madrasah. 

“Untuk pembayaran gaji tenaga honorer di yayasan diatur oleh masing-masing yayasan, kalau sekolah negeri punya dana Dipa dan dana BOS, diambillah persentase dari dana BOS untuk membayar tenaga honorer,” tutupnya. (okt)

0 comments:

Post a Comment

SEMSI

SEMSI

Galeri Iklan

Statistic Views

Terkini

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN
** Group Media Sumbar **

FACEBOOK - TWEETER

Google+ Badge